Bawaslu Akhirnya Digelontor Rp 6,5 M

348
Khoirul Saleh
Khoirul Saleh

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Bawaslu Kabupaten Demak akhirnya mendapatkan pesetujuan terkait anggaran pengawasan pilkada 2020. Nominalnya sebesar Rp 6,5 miliar dari usulan semula sebesar Rp 12,7 miliar.

Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh mengungkapkan, Bawaslu telah melakukan penandatanganan persetujuan penganggaran tersebut. Menurutnya, anggaran yang telah disetujui Pemkab Demak siap dimaksimalkan dalam penggunaannya.

“Pada prinsipnya Pemkab dan Bawaslu telah melakukan pembahasan bersama tentang anggaran yang dibutuhkan.  Pemkab hanya mampu memberikan Rp 6,5 miliar. Meski terpaut separuh dari usulan Bawaslu, namun kami menyadari kemampuan Pemkab terbatas. Kami pun menerima besaran anggaran yang terasa minimalis itu. Sebab, yang terpenting bagi Bawaslu adalah sudah diajak untuk membahas bersama masalah tersebut,” kata Khoirul kemarin.

Menurutnya, dari anggaran yang ada itu, sebagian besar akan dipakai untuk membayar honor bagi petugas pengawas tingkat kecamatan, desa dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk mencukupi kebutuhan honor itu besarannya sekitar Rp 4 miliar lebih. Karena itu, kata dia, sisa anggaran selain honor akan digunakan untuk penguatan kapasitas anggota panwas dan stakeholder pengawas lainnya. “Misalnya, untuk sosialisasi tatap muka cukup sekali sekali saja. Kemudian, kita maksimalkan kerjasama yang sudah kita lakukan dengan beberapa pihak,” katanya.

Khoirul mengatakan, saat ini Bawaslu juga telah mulai melakukan pengawasan seperti adanya proses calon perseorangan yang dilakukan oleh KPU Demak. “Kita sudah lakukan pengawasan tahapan yang ada di KPU terkait calon perseorangan dan pengawasan pembentukan tenaga ad hock KPU. Selain itu, November ini Bawaslu akan merekrut tenaga pengawas tingkat kecamatan sekitar 42 orang. Masing masing kecamatan 3 orang dikalikan 14 kecamatan,” katanya. (hib/bas)