Emak-Emak Botorejo Desak Penutupan Karaoke

297
GERUDUK: Warga mendatangi Balai Desa Botorejo menolak tempat karaoke kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GERUDUK: Warga mendatangi Balai Desa Botorejo menolak tempat karaoke kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Warga Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, kemarin mendatangi balai desa. Mereka menolak keberadaan tempat hiburan karaoke di wilayah desa setempat. Menariknya, pendemo didominasi emak-emak. Mereka ditemui Kepala Desa Botorejo, Marjo Dudono, Kapolsek Wonosalam AKP Wasito dan Sekcam Mudji Santoso.

Ketua RT 1 RW 5 Desa Botorejo Jazuli menegaskan, warga menuntut semua tempat karaoke ditutup, utamanya yang ada di wilayah RW 5. “Kami juga minta laporan dugaan perusakan oleh pengusaha terhadap 7 warga kami agar dicabut. Dalam laporan ke kepolisian itu, warga dilaporkan melakukan perusakan terhadap alat alat karaoke. Semua itu harus dicabut,” pintanya.

Muntaqo, salah seorang warga menyampaikan, ada sejumlah warga dilaporkan ke polisi lantaran menolak keberadaan hiburan karaoke. “Kita dilaporkan ke polisi karena dituding melakukan perusakan, seperti mic, sound system dan lainnya. Perlu diketahui, tidak ada warga yang melakukan perusakan,” tegasnya.

Kadarlan, warga lain mengaku kerap terganggu dengan suara nyaring musik dan nyanyian dari tempat hiburan tersebut. Sebab posisi rumahnya berada di belakang sebuah tempat karaoke. Pihaknya juga menuntut pencabutan laporan dugaan perusakan alat karaoke oleh pengusaha karaoke. “Ada tujuh warga yang dilaporkan ke polisi,” kata Kadarlan yang badannya ditulisi dengan kata kata korban rumah tangga dan dewa amoh tersebut.

Senada disampaikan, Sumarti, warga lain. Menurutnya,  rumah warga Desa Botorejo berdekatan dengan tempat karaoke. “Banyak tempat kos kosan pemandu karaoke (PK) yang ada di sekitar sini,” ujarnya.

Sementara Marjo Dudono mengatakan, selaku kepala desa, pihaknya menerima aspirasi masyarakat yang menolak keberadaan karaoke di wilayahnya. Aspirasi tersebut akan disampaikan kepada pihak yang berwenang dalam penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang usaha hiburan. “Kita sudah sampaikan bagaimana masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Sekcam Wonosalam, Mudji Santoso juga akan meneruskan aspirasi warga Desa Botorejo yang menolak tempat karaoke itu. “Sebelumnya warga pernah mendatangi tempat karaoke dan meminta untuk ditutup. Namun, pihak pengusaha melaporkan warga dengan dugaan melakukan perusakan,” jelasnya. Kondisi itu kemudian memantik warga untuk mendatangi Balai Desa Botorejo. “Kita berharap, persoalan ini bisa diselesaikan,” harapnya. (hib/bas/zal)