Pagi Ini, ISPI Demak Gelar Pelatihan Menulis Artikel Populer

441
BERI PENJELASAN: Sekretaris PAK Demak Prayitno saat memaparkan materi publikasi ilmiah dan angka kredit guru. (TASROPI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID- Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Kabupaten Demak bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Semarang menggelar pelatihan penulisan artikel populer di media massa, Minggu (29/9). Kegiatan yang diikuti 154 peserta itu digelar di aula SMA Negeri 1 Demak.

Ketua panitia acara Setyo Nugroho mengatakan, kegiatan pelatihan digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan artikel populer di media massa.

Dikatakan, kemampuan menulis saat ini dibutuhkan oleh para guru, apalagi menghadapi era industri 4.0. “Jadi, guru tak sekadar mengajar saja, tapi juga harus memiliki kemampuan menulis, khususnya menulis dunia pendidikan dan pembelajaran,” katanya.

Menurut Setyo, pelatihan artikel populer sudah kali empat digelar di Kabupetan Demak. Selain itu, pelatihan serupa juga digelar di kabupaten/kota di Jateng.

“Alhamdulillah, selama ini antusias para guru di Demak mengikuti pelatihan penulisan artikel populer sangat tinggi. Hampir setiap digelar pelatihan, jumlah peserta di atas 100 orang,” ujarnya.

Ketua Umum ISPI Kabupaten Demak Sungatman menambahkan, selama ini ISPI Demak konsen ke kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru di Demak. Selain pelatihan penulisan artikel, sebelumnya juga pernah menggelar penulisan jurnal.

“Kalau dulu pesertanya hanya guru-guru dari Kabupaten Demak. Tapi, untuk pelatihan kali ini peserta berasal dari 15 kabupaten/kota di Jateng, Jabar dan Bangka Belitung,” ujar guru matematika SMA Negeri 1 Mranggen, Demak ini.

Sungatman menyebutkan, peserta pelatihan berasal dari Demak, Pati, Jepara, Kota Semarang, Surakarta, Purbalingga, Pekalongan, Brebes, Kendal, Cianjur hingga Bangka Belitung.

Dalam pelatihan itu menghadirkan narasumber Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan Sekretaris Tim Penilaian Angka Kredit (PAK) Prayitno.
Prayitno menjelaskan tentang publikasi ilmiah dan angka kredit guru. Dijelaskan, bahwa artikel populer untuk penilaian PAK dibatasi tiga artikel dalam sekali kenaikan pangkat.

“Untuk tayangnya di media massa boleh satu semester langsung tiga artikel. Nggak harus dibatasi satu semester satu artikel atau satu tahun satu artikel. Karena menulis artikel populer itu kan relatif lebih simple dibanding PTK atau publikasi ilmiah lainnya,” jelas guru SMA Negeri 1 Karangtengah, Demak ini. (aro)