Berharap Harga Tembakau Lebih Tinggi

Di Tingkat Petani Rp 40 Ribu/Kg

280
PANEN TEMBAKAU : Anggota DPRD Demak Sugiharno panen tembakau bersama petani Kecamatan Guntur.(WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)
PANEN TEMBAKAU : Anggota DPRD Demak Sugiharno panen tembakau bersama petani Kecamatan Guntur.(WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Para petani di sejumlah desa di Kecamatan Guntur mulai panen tembakau. Namun harga tembakau di tingkat petani berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram untuk rajang kering. Kondisi ini membuat harga tembakau jenis virgin tersebut dinilai cukup baik.

Namun anggota DPRD Demak dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugiharno mengatakan bahwa para petani berharap harga tembakau bisa meningkat lagi. Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh dapat menutupi biaya perawatan mulai tanam hingga panen.

“Biaya produksi menanam tembakau cukup tinggi. Karena itu, perlu perhatian dari pemerintah, supaya harga jual daun tembakau di tingkat petani bisa lebih tinggi lagi,” katanya.

Sugiharno mengungkapkan bahwa tanaman tembakau hingga kini masih menjadi andalan warga Guntur. Bahkan, petani di Kecamatan Karangawen dan Mranggen juga masih banyak yang menanam tembakau serupa.

“Saat panen, masih banyak tembakau yang dibeli oleh para tengkulak. Hal ini menyebabkan harga di tingkat petani berkurang. Mestinya bisa langsung dibeli perusahaan rokok,” katanya.

Dia juga berharap, anggaran pemerintah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dapat dimaksimalkan untuk mengedukasi masyarakat petani penghasil tembakau.

“Bisa untuk infrastruktur jalan usaha tani, alat pertanian atau untuk permberdayaan petani. Intinya, kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan petani tembakau di Demak ini,” katanya. (hib/ida)