alexametrics

Kuras Sumur Beracun, Dua Warga Demak Tewas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Dua warga Dukuh Rimbu Kidul RT 1 RW 8, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Demak tewas diduga akibat keracunan gas CO2 saat menguras sumur. Korban diketahui bernama Slamet Riyadi, 50, dan Muhamad Muwahid Efendi, 35.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, kejadian bermula ketika Slamet Riyadi bersama anaknya Zaeni menguras sumur berkedalaman 12 meter. Korban saat itu menguras sumur milik Sudardi. Untuk mempercepat pengurasan, air sumur disedot dengan pompa air.

Saat air sumur sudah surut, Slamet Riyadi sempat beristirahat selama kurang lebih 15 menit bersama anaknya tersebut. Setelah itu, keduanya kembali bekerja melanjutkan
upaya pengurasan. Slamet bermaksud turun ke dasar sumur. Ia hendak membersihkan lumpur yang mengendap di dasar sumur. Namun, belum sampai membersihkan lumpur, Slamet yang telah berada di dasar sumur tiba-tiba lemas. Korban
diketahui sulit bernafas. Korban kemudian pingsan. Lantaran Slamet tidak bergerak lagi, anak korban (Zaeni) yang membantu memegangi tali tambang berteraik minta tolong kepada warga sekitar.

Baca juga:  Angka Kemiskinan Demak 12,84 Persen

Suara minta tolong didengar oleh Muhamad Muwahid Efendi yang sedang bekerja di depan rumahnya. Muwahid datang menolong dan langsung turun ke dasar sumur. Saat hendak mengangkat tubuh Slamet Riyadi yang dalam kondisi pingsan itulah, Muwahid merasa sudah tidak kuat dan juga kehabisan nafas. Baik tubuh Slamet Riyadi maupun Muwahid akhirnya
sama-sama terjun atau jatuh lagi ke dasar sumur. Mendapati kejadian itu, Zaeni anak Slamet kembali meminta tolong warga dan melaporkannya ke Polsek Karangawen.

Petugas Polsek Karangawen bersama petugas kesehatan dari puskesmas setempat kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Ketika dilakukan identifikasi diketahui korban di dalam sumur dalam keadaan meninggal. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Karangawen,”ujarnya.

Baca juga:  Sering Kebanjiran, SDN Bintoro 14 Demak Cuma Punya 50 Siswa

Agus mengatakan, untuk membantu evakuasi korban,
pihaknya mengerahkan pasukan BPBD dan Tim SAR dari Basarnas Semarang. Juga didatangkan satu unit mobil rescue Basarnas. (hib/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya