Jamin Keamanan Warga Papua

335
GUYUB: Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, Dandim Letkol Inf Abi Kusnianto, dan Sekda dr Singgih Setyono usai apel makan bersama pelajar asal Papua di Kantor Kesbangpolinmas kemarin.(WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)
GUYUB: Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, Dandim Letkol Inf Abi Kusnianto, dan Sekda dr Singgih Setyono usai apel makan bersama pelajar asal Papua di Kantor Kesbangpolinmas kemarin.(WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Penegasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati dan Papua Indonesia kemarin menggema disela apel kebangsaan yang digelar Kantor Kesbangpolinmas Pemkab Demak dihalaman Setda kemarin pagi. Apel  dipimpin langsung Forkopimda terdiri dari Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Abi Kusnianto, dan Sekda dr Singgih Setyono MMR.

Kepala Kesbangpolinmas, Agus Herawan mengatakan, usai apel kebangsaan, para pelajar Papua diajak makan bersama dengan menu nusantara diruang Kesbangpolinmas. “Kita guyub rukun bersama,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir menegaskan, Indonesia adalah bangsa yang besar. Terdiri dari beribu kebudayaan, suku bangsa dan bahasa. Namun bagai sebilah mata pisau. Disatu sisi, perbedaan tersebut bisa menjadi sebuah potensi yang luar biasa. Akan tetapi, jika tidak disikapi dengan bijaksana perbedaan yang ada bisa menjadi sumber perpecahaan.

“Maka sudah seyogyanya, sebagai sebuah bangsa yang besar, kita harus bisa mensyukuri perbedaan tersebut. Perbedaan itulah yang membuat kita kuat, membuat Indonesia dikagumi oleh bangsa lain. Hanya Indonesia yang memiliki lebih dari 300 kelompok etnik dengan 742 bahasa,” katanya.

Ketika sudah berbicara Indonesia, maka tidak ada lagi Jawa, Batak, atau Papua. “Yang ada hanya Indonesia. Yang ada hanya rasa persaudaraan dan persatuan. NKRI harga mati, Papua Indonesia,” lanjutnya.

Karena itu, bupati mengajak elemen masyarakat untuk merapatkan barisan, bersatu, dan saling bergandengan tangan tanpa melihat perbedaan. “Marilah kita semuanya menjaga kearifan lokal kita, sebagai sebuah bangsa dengan budaya yang luhur. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Jangan pernah bedakan warna kulit, agama maupun bahasa. Jangan jadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan. Perbedaan diciptakan agar kita lebih mencintai sesama,” katanya dihadapan para pelajar dan mahasiswa dari Papua yang sedang menuntut ilmu di Kabupaten Demak.

Bupati berpesan agar mereka tidak risau. “Kalian disini aman. Belajarlah dengan tekun. Tunjukkan prestasi kalian. Kami semua sayang kalian. Mari kita mantapkan kondusifitas wilayah kabupaten Demak. Bersama kita bisa,” ujar dia.

Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar menyampaikan, bahwa warga Papua di Demak dalam kondisi aman dan baik. “Kita imbau dan kita berikan informasi kepada keluarga bahwa para pelajar di Demak ini tetap tenang dan belajar dengan tekun. Keluarga tidak perlu membawa pulang. Sebab, mereka disini belajar. Kepolisian bersama TNI memberikan jaminan tetap aman. Jangan sampai terpancing dengan berita hoax yang memprovokasi,” katanya. (hib/bas)