alexametrics

Tertangkap Judi, Menikah di Polres

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Ada kejadian menarik di Masjid Uswatun Hasanah, Mapolres Demak kemarin. Pasangan kekasih sedang melangsungkan akad nikah. Dani Oktaviyan, 22, warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak menyandang status sebagai tersangka dalam kasus perjudian seminggu sebelum acara pernikahan tersebut digelar.

Dani menikahi Isnirahayu, gadis asal Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Disela ijab qobul yang dikawal ketat petugas kepolisian tersebut, Isnirahayu nyaris pingsan lantaran saking terharunya dengan prosesi pernikahan yang dijalani bersama Dani yang kemudian menjadi suaminya tersebut.

Tetangga tersangka Dani, Marjo mengatakan,  sebelum menjadi tersangka perjudian, rencana pernikahan tersebut sudah dipersiapkan secara matang. Namun, pada saat mau sampai hari pelaksanaan, Dani terciduk polisi karena diduga terkait dengan kasus perjudian. Pihak keluarga sebetulnya telah mengajukan penangguhan penahanan. Tapi, akhirnya pernikahan dijalankan di Polres Demak.

Baca juga:  Menikah karena Terpaksa, Rumah Tangga Kandas

“Semula, mas Dani itu bekerja meneruskan usaha warung makan milik ayahnya di Cirebon. Namun, beberapa hari terakhir sudah berada di rumah. Saat itulah, petugas dari Polsek Karanganyar  tiba-tiba menjemput mas Dani bersama teman-temannya berikut barang bukti perjudian,” katanya.

Saat penangkapan, tersangka Dani sempat tidur dirumah. Meski demikian, ia tetap dibawa polisi bersama dengan tersangka lainnya. Karena adanya penangkapan Dani ini, warga sekitar terkejut. Apalagi, waktu pernikahan sudah mepet atau kurang sepekan dijalankan. Bahkan, undangan juga sudah disebar ke masyarakat dan saudara lainnya.

Rencananya, untuk memeriahkan resepsi pernikahan tersebut juga sudah disiapkan panggung hiburan dangdut OM Rolista. Semua rencana resepsi tersebut akhirnya dibatalkan. Kendati demikian, acara ijab kabul tetap dilakukan sesuai hari yang telah ditentukan. Yaitu, Rabu (27/8) kemarin. Pernikahan terpaksa dilaksanakan di Mapolres Demak tempat tersangka ditahan.

Baca juga:  Gunakan Game Ludo untuk Judi, Tiga Warga Dibekuk

Meski prosesi ijab kabul terasa mengharubiru, namun pelaksanaan nikah kedua mempelai tetap berjalan lancar. Layaknya pengantin yang sedang menikah, mempelai perempuan tetap mengenakan gaun pengantin warna putih panjang. Pun, dengan mempelai pria, juga mengenakan setelan jas lengkap. Yang menarik, usai ijab dilakukan, kedua penganting tetap diberi kesempatan untuk melepas rindu diruang Reskrim Polres Demak. Tak lama kemudian, Dani selaku tersangka kemudian ditahan kembali di jeruji besi Mapolres Demak.

Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar melalui Kasatreskrim AKP Aris Munandar mengatakan, tersangka adalah titipan dari Polsek Karanganyar. “Dalam kejadian perjudian itu, tersangka tertangkap tangan bersama tiga temannya, yaitu Ahmad Rifai, Suwardi dan Joni Arifin. Mereka bertiga adalah warga Jati, Undaan Kudus. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan uang Rp 230 ribu, delapan set kartu domino dan satu tikar plastic,” ujarnya.

Baca juga:  Pratono Akhirnya Menikah

Mereka disergap saat berjudi diteras rumah ayah Dani, Subkan. Mendasarkan informasi warga setempat, lokasi tersebut sudah kerap dijadikan tempat bermain judi. Masyarakat pun resah. Karena perbuatan itupula, para tersangka termasuk Dani dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.  (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya