alexametrics

Tetapkan Tujuh Fraksi

Maskuri Dipastikan Jadi Wakil Ketua dari Gerindra

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Rapat paripurna DPRD Demak, Senin (26/8) kemarin, secara resmi menetapkan pembentukan tujuh fraksi lengkap dengan susunan keanggotaan. Yaitu, Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) dengan Ketua H Busro. Kemudian, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) dengan Ketua H Edi Sayudi. Selanjutnya, Fraksi Partai Gerindra dengan Ketua H Mu’thi Kholil, SH, Fraksi Partai Golkar dengan Ketua Nur Wahid, Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan Ketua H Budhi Achmadi, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) dengan Ketua H Abu Said serta Fraksi Amanat Demokrasi dengan Ketua Fatkan, SH.

Rapat paripurna penetapan fraksi-fraksi tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Demak sementara, Fahrudin Bisri Slamet dan Wakil Ketua sementara, Zayinul Fata. Hal ini sesuai dengan Keputusan DPRD Kabupaten Demak nomor 36 tahun 2019 tertanggal 26 Agustus 2019.

Ketua Fraksi Gerindra, Mu’thi Kholil menyampaikan bahwa dengan dibentuknya Fraksi Partai Gerindra, maka kinerja fraksi di DPRD Demak segera dimulai. “Alhamdulillah, kami juga bersyukur dengan adanya kehadiran Pak H Maskuri dari Fraksi Gerindra di DPRD. Kami harapkan akan dapat membuat kinerja anggota dewan lebih bergairah kembali. Insya Allah, Pak Maskuri akan mengisi pos Wakil Ketua DPRD dari Gerindra,” ujarnya kemarin.

Baca juga:  Selain Atasi Kemacetan, Flyover Ganefo Juga Percantik Kota

Ketua Fraksi Golkar, Nur Wahid menyambut gembira dengan penetapan Fraksi Golkar. “Tentu saja, Golkar akan fokus mendorong pemerintah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, itu kunci pembangunan. PAD bukan beban, tapi ikhtiar mencapai derajat pembangunan yang lebih baik,” katanya.

Di antara cara meningkatkan PAD adalah membuat parkir berlangganan bagi kendaraan roda 2 maupun roda 4. “Bisa kerjasama dengan Samsat untuk menarik retribusi parkir kendaraan setahun sekali dibarengkan dengan pajak kendaraan. Jadi, lebih praktis dan mencegah kebocoran retribusi parkir,” ujarnya.

Plt Sekretaris DPRD (Sekwan) Demak, AN Wahyudi mengatakan bahwa penetapan komposisi fraksi di DPRD tersebut mendasarkan pada UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Juncto PP nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD Kabupaten/Kota. Dalam peraturan perundangan itu, ada aturan main yang dipegang. Bahwa jumlah keanggotaan fraksi minimal sama dengan jumlah komisi yang ada di DPRD kabupaten/kota. Karena di DPRD Demak jumlah anggota dewan ada 50 orang, maka ada 4 komisi yang nanti akan dibentuk selanjutnya.

Baca juga:  Kodim Kembangkan Sayuran Hidroponik

“Anggota fraksi minimal 4 orang. Karena kursi Partai Demokrat itu ada 3, maka perlu tambah 1 kursi dari PAN. Jadilah Fraksi Gabungan Amanat Demokrat,” jelas Wahyudi di kantornya kemarin.

Dia mengungkapkan, penetapan fraksi menjadi langkah awal dalam membentuk alat kelengkapan dewan. Seperti, Komisi, Bapemperda, Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Bamus), dan Badan Kehormatan (BK).

“Untuk menuju pembentukan alat kelengkapan itu, perlu tata tertib (tatib), dan kode etik. Ini sesuai tuntutan perundangan yang ada. Itu yang dipakai dalam menegakkan marwah dan kehormatan dewan,” katanya.

Untuk membentuk alat kelengkapan dewan ini, DPRD masih menunggu adanya pimpinan definitif. “Juga menunggu rekomendasi dari 4 partai yang akan menempatkan ketua dan wakilnya dalam pimpinan dewa. Yaitu, rekom dari DPP PDIP, PKB, Gerindra dan Golkar. DPRD sudah sampaikan usulan ke masing masing partai. Tapi, belum tahu kapan rekom turun dari masing masing partai,” katanya. (hib/ida)

Baca juga:  Bekuk Enam Pencuri, Amankan 41 Motor

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya