alexametrics

Onggorawe-Mranggen Telan Rp 12 Miliar Kepras Pagar dan Rumah Warga 

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemkab Demak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) terus berupaya meningkatkan aksesibilitas jalur alternative Jalan Onggorawe-Mranggen. Di antaranya dengan cara melakukan pelebaran jalan beton.

Semula jalan beton hanya selebar 4 meter. Kini ditambah menjadi 7 meter. Setidaknya, ada dua titik jalan sepanjang Onggorawe-Mranggen yang dilebarkan. Yaitu, jalan di wilayah Desa Prampelan, Kecamatan Sayung dan jalan di wilayah Desa Bulusari, Kecamatan Sayung hingga melewati Desa Waru, Kecamatan Mranggen.

Kepala Dinputaru, Doso Purnomo melalui Kabid Bina Marga, Sularno mengatakan bahwa untuk jalur Desa Prampelan, panjang jalan yang dilebarkan mencapai 400 meter dengan panjang berem (tepi) 1,5 meter. Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 2 miliar. Sedangkan, untuk jalur Bulusari-Mranggen panjang jalan yang dilebarkan mencapai 1,6 kilometer. Nilainya Rp 10 miliar. Karena itu, total anggaran untuk dua titik pelebaran tersebut mencapai Rp 12 miliar. “Ini dana alokasi khusus (DAK) dari APBN 2019,” ujarnya.

Baca juga:  Habib Lutfi dan Gus Muwafiq Hadiri Puncak Haul Sultan Fatah

Menurutnya, upaya pelebaran tersebut, sejumlah rumah dan pagar rumah milik warga di Desa Prampelan dikepras. Sebab, rumah dan pagar warga ada yang masuk jalan dimana titik pelebaran dilakukan.

“Pagar dan rumah warga yang terkena kepras alat berat sudah dibebaskan pemerintah sejak 1997. Nah, saat jalan mau dilebarkan atau difungsikan, rumah dan pagar warga baru dirobohkan,” kata Sularno.

Dia menambahkan, pelebaran Jalan Onggrawe-Mranggen baru akan tuntas pada 2020 mendatang. “Nanti anggarannya kami usulkan lagi,” kata dia.

Menurut Sularno, pelebaran Jalan Onggorawe-Mranggen sudah menjadi kebutuhan. Sebab, tanpa dilebarkan, arus lalulintas di jalur tersebut akan terganggu. “Ini juga untuk mengatasi kemacetan di jalur Pantura Sayung Demak. Kalau pantura macet, bisa lewat jalan alternatif Onggorawe-Mranggen,” katanya. (hib/ida)

Baca juga:  Banyak Dikeluhkan Warga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya