alexametrics

Diburu Pedagang, Semangka Bali Flower Menjanjikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Budidaya buah semangka di Demak menjadi alternatif petani untuk meningkatkan kesejahteraannya. Ini seperti yang dilakukan kelompo tani di Desa Cabean, Kecamatan Demak Kota. Beberapa tahun ini, mereka membudidayakan tanaman semangka Bali Flower dan buah melon. Kedua jenis buah buahan ini kini menjadi komoditas penting dengan nilai yang cukup ekonomis. Harganya semanis isi buah semangka yang dipanen para petani tersebut.

Ketua Darma Tirta Desa Cabean, Sunardi mengatakan, di wilayah Desa Cabean setidaknya terdapat 20 hektare lahan pertanian yang ditanami buah semangka dan melon. Sisanya, ditanami kacang hijau yang kini popular di Asia.

“1 hektare bisa menghasilkan antara 22 hingga 24 ton buah semangka. Hasilnya lumayan bisa mencapai Rp 120 juta. Harganya Rp 5 ribu perkilogram dan Rp 6 ribu perkilogram untuk jenis black flower,” katanya disela panen raya kemarin.

Baca juga:  Tiga Rumah Ludes Terbakar

Menurut Sunardi, meski harga naik turun, namun masih tetap menguntungkan petani. “Daerah lain banyak yang gagal panen lantaran musim kemarau ini terlalu panas sehingga banyak tanaman semangka yang layu kurang air. Kalau di Desa Cabean ini air mencukupi. Kita sedot dari sungai dengan pompanisasi. Kebetulan, sistem pengairan disini juga bagus dan dapat pasokan juga dari jaringan Waduk Kedungombo,” ujarnya.

Dia menambahkan, usia tanam hingga panen terbilang cepat yaitu 53 hari. Untuk perawatan selama itu, dua hektare lahan bisa menghabiskan dana perawatan sebesar Rp 48 juta. “Pas panen ini kita jual perkilo ke pedagang,” katanya.

Pedagang yang datang berasal dari Purwodadi, Sragen, Tayu Pati, Tuban, Weleri Kendal dan daerah lainnya.  Semangka kemudian dipasok ke supermarket dan pasar pasar tradisional lainnya.

Baca juga:  Bau Apek, Beras Bansos di Demak Tidak Layak Konsumsi

Anggota kelompok tani lainnya, Sudiran mengaku tetap untung dengan budidaya semangka tersebut. “Meski produksi agak merosot akibat cuaca panas, tapi harga masih menguntungkan,”ujar Sudiran yang menggarap lahan seluas satu bahu ini. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya