alexametrics

Khawatirkan Akses Masuk Pantai Morosari

Dampak Pembangunan Tol Semarang-Demak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Pembangunan jalan tol Semarang-Demak diharapkan dapat membawa berkah bagi daerah atau desa-desa yang dilalui, termasuk kawasan wisata Pantai Morosari di Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Meski demikian, Perusda Anwusa selaku pihak pengelola masih khawatir jika tidak ada akses masuk ke lokasi wisata tersebut. Direktur Utama Perusda Anwusa Demak, Bambang Antoko mengungkapkan,  sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara detail sejauh mana rencana pembangunan jalan tol tersebut. “Kita sih berharap, tetap ada akses masuk ke wisata Pantai Morosari. Setidaknya ada semacam terowongan sehingga bisa dilalui kendaraan,” katanya.

Bambang mengaku khawatir tidak ada akses jalan masuk lantaran informasi yang diterima, posisi bentangan jalan tol yang juga difungsikan sebagai tembok laut berada diselatan area parkir wisata Pantai Morosari. “Setahu kita, patok-patok yang menjadi pembatas jalan tol berada di sebelah sebelatan area wisata. Padahal, dulu kalau tidak salah posisinya direncanakan disebelah utara Pantai Morosari,” ujar dia saat ditemui kemarin.

Baca juga:  Haryanto Pimpin LBH Demak Raya, Siap Perjuangkan Kaum Marjinal

Bambang menambahkan, agar wisata pantai tersebut tetap dapat dikelola dengan baik, pihaknya menginginkan ada akses jalan masuk seperti adanya sekarang. “Kita juga berpikir, kalau nanti tembok laut jalan tol diselatan lokasi Pantai Morosari kita juga khawatir air laut justru akan menenggelamkan tempat wisata tersebut. Mudah mudahan ini tidak terjadi sehingga kondisinya tetap baik,” katanya.

Sesuai rencana semula, di dekat Pantai Morosari akan didirikan rest area atau tempat istirahat kendaraan. Seperti diketahui, jalan tol Semarang-Demak dalam perkembangannya akan mulai dibangun akhir tahun 2019 ini. Bahkan, pemerintah telah mengumumkan pemenang lelang yang akan membangun jalan tol tersebut.

Kepala Kantor Pertanahan Demak, Murdo mengatakan, proses pembebasan lahan terus dilakukan, termasuk di tiga desa yang tenggelam oleh rob dan abrasi. Yaitu, Desa Sriwulan, Bedono dan Purwosari, Kecamatan Sayung. “Proses pembebasan lahan terus dilakukan,” katanya.

Baca juga:  Dinpermades Tekankan Pentingnya Pembuatan Rumah Data di Kampung KB

Informasi yang dihimpun, jalan tol akan dimulai yang lahannya sudah terbebaskan. Yang lebih awal dilakukan adalah untuk jalur Sidogemah Sayung hingga Kadilangu, Kecamatan Demak Kota. (hib/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya