Pembangunan Kawasan Industri Brebes Masuk Fase Finalisasi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau Kawasan Industri Brebes, Jumat (29/5/2020). (Alvi Nur Janah/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Brebes – Kawasan Industri Brebes (KIB) yang berada di bawah pengelola Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sudah masuk fase finalisasi masterplan. Bahkan, sudah sampai pada tahap persiapan dokumen pengadaan tanah untuk pengajuan penlok awal ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Direktur Utama (Dirut) KIW Rahmadi Nugroho membeberkan total alokasi lahan KIB mencapai 3.976 hektare yang meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bulukumba, Losari, dan Tanjung. Kawasan ini ditargetkan menjadi beberapa klaster, yang meliputi kawasan industri tekstil dan produk tekstil, kulit dan alas kaki, makanan dan minuman, industri mebel, farmasi dan alat kesehatan. “Mengingat luasnya lahan Kawasan Industri Brebes, problem pembebasan lahan akan dilakukan secara bertahap,” kata Rahmadi saat mendampingi Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau persiapan pembangunan Kawasan Industri Brebes, Jumat (29/5) kemarin.

Diakuinya, KIW tidak mungkin bergerak sendiri. Karena itu, pihaknya mengajak BUMN dan swasta. “Juni-Juli 2020, kami targetkan sudah ada konsep konkret,” tambahnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan bahwa KIB merupakan salah satu prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. “Karena itulah, saya ingin melihat langsung kesiapan pembangunan Kawasan Industri Brebes. Peluangnya sangat besar, jika tidak dipergunakan, sayang sekali,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (29/5).

Agus menilai, kementerian secepatnya akan membahas langkah-langkah strategis. Terutama menarik investor dunia seperti Amerika dan China untuk segera meninjau lokasi. “Rencana relokasi dari perusahaan industri seperti China dan Amerika. Harus disadari, tidak hanya Indonesia yang sedang meningkatkan iklim investasi, tapi semua negara sedang menyiapkan,” ujarnya menambahkan.

Pendekatan atau lobi sistematis diharapkan dapat mempercepat proses investasi. Utamanya industri farmasi, garmen, makanan dan minuman dengan tujuan menyerap tenaga kerja. Bahkan, seiring mulai dibukanya pintu pasar ekspor dunia. “Perusahaan dunia sudah kembali membuka gerbang pasar ekspor, meski kuantitasnya belum sebaik kemarin. Kini, Amerika sudah membuka pasar ekspor, meski belum 100 persen. Minimal kita sudah siap sejak sekarang. Jika pasar ekspor dan wadahnya sudah ada, manufaktur di Brebes segera terwujud. Tentu ini bisa menjadi pengungkit untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 7 persen,” papar Agus. (avi/ida/bas)





Tinggalkan Balasan