alexametrics

Total Kerugian Korban Arisan Online Capai Rp 55 Miliar, Ratusan Warga Blora Geruduk Pengepul

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BLORA – Total kerugian ratusan warga Blora mencapai Rp 55 miliar. Besarannya variatif. Mulai Rp 2 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Mereka menjadi korban arisan online di Blora. Kemarin, mereka menggeruduk rumah salah satu member arisan online di Desa Doplang, Jati.

Salah satu korban Lia Daniati mengaku, dia sudah mengeluarkan uang Rp 23 juta. Sudah tujuh kali transaksi. Namun untuk bulan ini belum keluar.

Dia mulai ikut pada 31 Mei lalu. Dengan mengeluarkan uang Rp 23 juta. Pertama, ikut arisan Rp 4,5 juta dan dapat Rp 5 juta.

Bulan berikutnya, ikut lagi Rp 4,5 juta dan dapat Rp 6 juta. Satu pekan berikutnya ikut lagi Rp 3,5 juta dan dapat Rp 5 juta hingga 10 Agustus lalu masih lancar.

Namun untuk arisan berikutnya, tidak ada kabar. Sampai ada kejadian kemarin. Apalagi nomor Whatsapp (WA) Dila, member sekaligus pengepul uang arisan online tersebut, sudah tidak aktif lagi.

Jadi, dia memutuskan untuk datang ke balai desa dan ikut mengadukan nasibnya seperti korban lain.

(SUBEKAN/RADAR KUDUS)

”Kenal Mbak Dila sudah lama. Pernah hilang kontak juga. Dia dulu penyanyi. Uang untuk arisan dulu dari suami. Tertarik karena sering nonton statusnya,” ucapnya.

Baca juga:  Ajang Pembuktian Pemain Lokal

Dia mengetahui rumah DL digeruduk dari Facebook (FB).

”Katanya bandarnya (arisan online) orang Cepu. Tapi sudah kabur. Saat lihat FB kok pada ramai. Setelah itu, saya mencoba untuk mengontak Mbak Dila, namun WA-nya sudah tidak aktif. Harapannya ada pertanggungjawaban dan mau mengembalikan uang saya,” pintanya.

Baca juga : Polisi Amankan Barang-Barang Milik Bandar Arisan Online yang Bawa Kabur Uang Member

Sementara itu, Kepala Desa Doplang Agus Supriyono mengaku, memang ada ratusan orang yang datang ke rumah DL untuk mempertanyakan nasib arisan online yang mereka ikuti. Ada sekitar 150 warga.

Mereka berasal dari Blora sendiri, Bojonegoro, dan Grobogan. Bahkan, sebelum dia datang sudah ada yang membawa barang-barang berharga milik tuan rumah. Sebab, orangnya tidak ada di rumah.

”Untung saja tadi barang yang belum dibawa pulang bisa kami selamatkan. Tidak boleh melakukan penjarahan. Saya beri pengertian. Tidak boleh melakukan hal itu. Alhamdulillah pada nurut,” jelasnya.

Selanjutnya, dia mendata warga yang ikut arisan online tersebut. Total saat di rumah Dila ada sekitar 150-an orang. Ada juga yang datang ke balai desa.

Baca juga:  Pedagang Pasar Divaksin Pekan Ketiga Februari

”Tadi saat di rumah (Dila), ada sekitar 150 orang. Ada yang sudah setor Rp 150 juta, Rp 89 juta, Rp 4 juta, Rp 115 juta, bahkan Rp 1,5 miliar. Ada juga yang Rp 1,1 miliar,” jelasnya.

Dia menambahkan, rumah Dila yang baru jadi juga dijual dan dibeli orang. Tadi langsung diambil. Dijual Rp 200 juta.

”Karena ada bukti jual beli, kami putuskan untuk diangkut. Sebab, sudah ada hitam di atas putih. Ada perjanjian jual beli dan dokumentasinya. Sementara yang lain tidak boleh ambil barang-barang yang ada di rumah,” tegasnya.

Dia juga heran. Dalam situasi seperti ini, masih ada warga yang pecaya dengan hal-hal arisan yang menjanjikan keuntungan besar. Dinalar saja tidak bakal mungkin. Diinvestasikan ke perusahan manapun juga tidak bakal mendapat semacam ini.

”Masak arisan Rp 3,5 juta dalam satu bulan bisa dapat Rp 5 juta dan seterusnya,” terangnya.

Dia mengimbau kepada para korban untuk datang ke balai desa dan mengumpulkan KTP, KK, serta bukti transaksi. Jadi, mudah untuk menghitung berapa kerugian dan jumlah korbannya. ”Tadi sudah ada yang ke balai desa juga,” imbuhnya.

Baca juga:  36 Anggota DPRD Kabupaten Magelang Dites Urine, Satu Postitif karena Minum Obat Flu

Pantauan di lapangan, member arisan online tersbeut bernama DL. Warga RT 14/RW 2, Desa Doplang, Jati, Blora. Dia memiliki agen orang Kecamatan Cepu. Agen itu, juga dikabarkan kabur. DL sendiri kemarin tidak ada di rumah. Rumah utamanya juga sudah dibongkar, karena sudah dijual kepada orang seharga Rp 200 juta.

DL sendiri sebelumnya seorang penyanyi. Tinggal bersama suaminya, dua anak, dan ibunya. Setiap hari dia jual kosmetik. Namun kemarin di rumah sudah tidak ada dagangannya. Hanya ada beberapa yang ada di kamar pribadi. Infonya, kemarin malam Dila juga sudah mendatangi mapolres untuk melapor. Karena merasa ditipu orang Cepu yang menjadi agen. Alias atasannya.

Sejumlah barang berharga Dila sempat dibawa para korban. Meski ada juga yang terselamatkan. Sebab, kepala desa dan aparat berhasil memberikan pengertian kepada para korban arisan online. (ks/lin/sub/top/JPR/ap)

Artikel ini sudah tayang di Jawa Pos Radar Kudus

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya