alexametrics

Warga Terdampak PLTU Batang Tuntut BPI Naikkan Harga Tanah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 350 warga Batang terdampak PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) menggelar unjuk rasa di depan gedung Gubernuran Jawa Tengah, Kamis (30/6).

Mereka menuntut kesetaraan harga lahan kepada PT Bimasena Power Indo (BPI) melalui DPRD Jateng. Pasalnya warga merasa diperlakukan tidak adil lantaran lahannya hanya dihargai Rp 100 ribu per meter dan masih dipotong pajak.

Koordinator Lapangan Hambali menyampaikan lahan PLTU Batang yang baru-baru ini dibeli oleh BPI dihargai Rp 400 ribu tanpa potongan pajak. Sedangkan lahan seluas 350 hektare milik 870 warga sebelumnya diberi harga tak layak.

“Ya kami warga Ujung Negeri, Karang Geneng, Ponoareng, dan sekitarnya meminta penyetaraan harga tanah untuk PLTU itu,” ujar Hambali.

Baca juga:  Arahkan Paskibra Jadi Duta Covid-19

Ratusan warga tersebut datang dari Batang menggunakan 11 armada bus. Mereka tiba di depan gedung DPRD Jateng pada pukul 12.00 WIB. Sebagian membawa anak-anaknya. Sembari mengibarkan spanduk protes korlab berorasi dari atas mobil. Tak lama kemudian mediasi dilakukan.

Sebagian utusan warga melakukan mediasi dengan anggota DPRD Jateng Komisi B dalam menyelesaikan masalah tersebut. DPRD turut prihatin dengan peristiwa yang menimpa warga dan berjanji mendukung penyetaraan harga.

“Pokoknya kalau tanggal 7 Juli tidak ada kelanjutan dari BPI kita datangi lagi PLTU,” tegas Darsani, korlap umum menggunakan pengeras suara di hadapan ratusan massa aksi.

Usai mendapat respon positif dari anggota dewan, warga mengakhiri aksi dengan berdoa bersama. Lalu sekitar pukul 15.00 massa membubarkan diri dengan tertib dan bergegas kembali ke kampung halaman. (taf/zal)

Baca juga:  Ucapan Hari Ibu Jangan hanya Retorika

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya