alexametrics

Perda Air Bawah Tanah Dinilai Tak Efektif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Perda pelarangan pemanfaatan air tanah untuk industri dianggap tidak efektif. Aturan itu tercantum dalam Perda 13 tahun 2019 tentang RTRW tahun 2019-2039 pasal 128 huruf (i). Fakta di lapangan masih banyak pelaku industri dan pengusaha ternak ayam berskala besar mengeksploitasi air bawah tanah.

“Perda itu tidak efektif. Oleh itu kami akan gelar rapat kerja dengan memanggil Satpol PP selaku penegak Perda dan dinas terkait untuk meminta penjelasanya,” kata juru bicara Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kabupaten Batang, M Zainudin.

Pihaknya kurang puas dengan jawaban Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki terkait perda tersebut. Tidak hanya itu, DPRD juga akan melakukan kunjungan kerja ke perusahaan atau pelaku industri yang memanfaatkan air tanah.

Baca juga:  Sampah Pasar Menumpuk di TPS Umum Warga

Zainudin pun menyakini Perumda Sendang Kamulyan atau PDAM Batang mampu mendistribusikan air baku ke perusahaan. Namun rumornya PDAM belum ada infrastruktur atau instalasi air baku yang masuk ke perusahaan.

“Saya tidak punya kepentingan dengan PDAM. Tapi pada saat kita konfirmasi secara informal, PDAM sebenarnya sanggup dan siap. Cuma belum ada mitra yang menggandeng,” ucapnya.

Ia berharap, ada peran serta BUMD dalam pemanfaatan air baku untuk industri. Harus ada kebijakan yang diarahakan oleh pemkab. Karena konsekuensi munculnya larangan harus ada solusi oleh pemerintah.

Sementara itu, Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengakui dalam Perda air bawah tanah memang belum efektif. Karena belum siapnya sumber air permukaan. Pada saat dilarang eksplorasi air bawah tanah untuk industri sementara air permukaan belum siap.

Baca juga:  Pulang ke Batang, 29 Pemudik dari Papua Dikarantina

“Sehingga ke depan kita dorong untuk percepatan penyiapan air baku baik dari PDAM maupun bendungan,” tegasnya. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya