alexametrics

Dewan Bakal Panggil BPN

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Fraksi PDIP DPRD Batang bakal memanggil BPN. Hal itu untuk menelusuri alih fungsi status Hak Guna Usaha (HGU) lahan PT Segayung menjadi Hak Guna Bangunan (HGB). Lahan itu digunakan Batang Industrial Park (BIP).

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki dalam mengatakan perubahan HGU menjadi HGB adalah perubahan pola ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Semula dari kawasan hortikultura menjadi kawasan peruntukan industri. Dari dasar itulah, zonasinya mengikuti. Karena kawasan peruntukan industri harus HGB.

“Pemohon adalah PT Segayung sebagai pemegang hak melepaskan haknya dari HGU untuk dimohonkan kembali dalam bentuk HGB,” katanya saat Paripurna DPRD Kabupaten Batang.

Baca juga:  Soal Senketa Tanah Borobudur, BPN Klaim Tak Ada Maladministrasi

Proses alih fungsi status lahan sudah dilakukan sesuai regulasi. Sehingga BPN menerbitkan sertifikat HGB. “BPN akan memproses kalau persyaratan sudah lengkap dan benar. Kalau proses tidak benar BPN tidak memproses dan menerbitkan sertifikat,” tegas Lani.

Juru bicara Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Batang M Zaenudin tidak puas dengan penjelasan Pj Bupati Batang. Menurutnya, persoalan itu menjadi keresahan masyarakat. Maka Fraksi PDIP merasa wajib untuk menanyakannya.

“Itu jawaban normatif. Kita akan undang BPN dalam rapat kerja,” ucapnya.

Jika mendasari undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang pokok-pokok agraria sudah sangat jelas. HGU yang peruntukannya untuk perkebunan hanya dapat diperpanjang untuk perkebunan dalam kurun waktu yang ditentukan.

Baca juga:  Kronologi Ayah yang Tega Bacok Anak Kandung di Batang, Cemburu Istri Jalan-Jalan dengan Bos

“Peralihan HGU ke HGB itu biasanya harus ada permohonan status quo yang mendasari RTRW. Karena kalau secara otomatis HGU ke HGB itu tidak bisa dan tidak ada rujukannya,” tambahnya. (yan/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya