alexametrics

Daftar Pemilih di Batang Turun Drastis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Jumlah pemilih sementara Pemilu 2024 di Kabupaten Batang menurun drastis. Penurunannya mencapai 17.383 orang. Faktornya ada pemilih yang meninggal dan data ganda.

Ketua KPU Batang Nur Nur Tofan menjelaskan, untuk jumlah pemilih sementara pada Mei 634.904 orang. Namun pada pemutakhiran data Juni ini menjadi 617.521 pemilih. Hal itu berdasar data dari Kemendagri melalui KPU RI ada 7.599 pemilih meninggal dan pemilih ganda 9.994 orang dan pindah keluar 9 orang.

“Namun ada juga penambahan pemilih yang terdiri 204 pemilih pemula dan 15 orang pemilih masuk,” ungkap Tofan usai rapat koordinasi dan pleno rekapitulasi hasil pemutakhiran DPB Periode April-Juni 2022 di kantornya, Rabu (22/6).

Baca juga:  Gedung Layanan Haji-Umrah Batang Kini Lebih Representatif

Nur Tofan menjelaskan, pihaknya dibantu oleh Disdukcapil, Dinas Sosial, Kepolisian, Kodim, Lapas dan Kemenag untuk pemutakhiran data. Disdukcapil dan Dinsos memberikan bantuan data mutasi penduduk, pemilih pemula maupun pemilih yang meninggal.

“Dengan Polres dan Kodim kita berkoordinasi terkait data anggota yang sudah memasuki masa pensiun ataupun anggota baru. Sedangkan untuk pihak Kemenag sendiri, kita berkoordinasi terkait warga yang masih di bawah umur, namun sudah menikah secara resmi dan tercatat,” ujarnya.

Anggota KPU Batang Gunadi Fitriyanto menambahkan, untuk data pemilih ganda bisa disebabkan adanya warga yang pindah domisili. Namun dia tidak mengajukan laporan, sehingga datanya masih tetap di alamat lama, namun kemudian terdaftar di tempat tinggalnya yang baru. Sedangkan untuk warga yang meninggal, pihaknya akan langsung mencoret tanpa syarat akte kematian.

Baca juga:  Jumlah Pasien Positif Melonjak, Gedung Isolasi Hampir Penuh

Pj Disdukcapil Kabupaten Batang, Dwi Riyanto mengungkapkan, untuk data penduduk yang meninggal, pihaknya mengalami kendala dalam menonaktifkan data kependudukan. Pasalnya, data kependudukan bisa dinonaktifkan apabila ada akta kematian saja.

“Database dari Dinsos melalui pengajuan e-Sakti tidak mensyaratkan akta kematian. Sementara di Dukcapil mensyaratkan akta kematian untuk mencoret NIK. Kalau kematian tidak dilaporkan secara resmi, NIK akan tetap hidup,” tandasnya. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya