alexametrics

Banyak Trayek Mati, Hanya Antar Penumpang ke Pasar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pengusaha angkot di Batang satu per satu gulung tikar. Banyak trayek mati karena pengusaha telah meninggalkan bisnis transportasi umum yang terus merugi.

“Usaha angkutan umum saat ini hanya untuk memenuhi kebutuhan orang ke pasar. Secara keseluruhan, minat masyarakat menurun. Yang jelas angkutan-angkutan milik perorangan ini banyak yang dijual. Hidup segan mati tak mau,” ujar Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang, Bambang Hernawan, Selasa (21/6).

Sebelumnya penumpangnya cukup beragam. Termasuk pelacar. Namun karena ada sistem zonasi sekolah, bus-bus angkutan itu kini kehilangan pelanggannya. Menyisakan orang yang pergi ke pasar. “Ada lagi, yaitu keperluan mengantarkan orang hajatan dan sejenisnya,” tandasnya.

Baca juga:  Diarak Pulang ke Rumah, Pendukung Teriakkan Jisamsu Dua Periode

Sektor industri juga tidak ada sinergi dengan pengusaha angkutan. Kebanyakan karyawan di sektor industri berangkat menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi. Ada juga perusahaan yang menyediakan bus jemputan karyawannya.

“Sektor industri ini seharusnya ada sinergi. Seperti di Kudus, pabrik itu punya terminal. Angkutan datang menjemput karyawan dari pabrik. Apalagi bakal ada Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Belum terpetakan mobilitas karyawan ke pabriknya seperti apa,” imbuhnya.

Pihaknya mencatat, saat ini jumlah armada angkot hanya 260-an. Sebelumnya tercatat 290-an angkutan yang terdaftar. Kabupaten Batang sendiri punya 12 trayek angkutan. Perbedaannya, dulu sopir angkutan bisa sampai tiga kali masuk terminal. Sekarang sekali saja susah. (yan/zal)

Baca juga:  Tujuh Siswa SD Keracunan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya