alexametrics

Tangan Lebam dan Membengkak Usai Berobat, Ini Penjelasan RSUD Batang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Warga Kabupaten Batang dihebohkan dengan cuitan seorang warganet. Anaknya mengalami pembengkakkan di lengan kanan. Bagian lengan yang juga menghitam itu terjadi setelah pengambilan sampel darah oleh pihak RSUD Batang. Kondisinya sudah 12 hari.

Pihak RSUD Batang mengatakan, anak tersebut merupakan pasiennya. Identitas anak tersebut tidak bisa disampaikan ke pada publik. Ia merupakan pasien Deman Berdarah Dengue (DBD) yang menjalani rawat inap sejak tanggal 14 sampai 17 Juni 2022.

Direktur RSUD Batang, Mochamat Ali Balkhi menyebut apa yang dialami anak itu bukan kesalahan medis. Menurutnya, orang tua pasien itu panik karena kurangnya pemahaman atas penyakit DBD yang diderita anaknya.

Baca juga:  Tim PGRI Hadapi Bupati dalam Laga Trofeo

“Sebenarnya jika ingin penjelasan, kami sudah ada kanal pengaduan bisa datang langsung, lewat web atau layanan pengaduan. Kalau lewat medsos, kami tidak ada sistem ke sana,” ujar Ali di kantornya Rabu (15/6).

Ia menjelaskan, kondisi tangan itu umum terjadi pada pasien anak yang mengalami DBD. Lebam itu bisa muncul saat trombosit rendah. Kebetulan kondisi tersebut muncul di area dekat bekas pengambilan sampel darah. Sampel darah sendiri diambil hingga dua kali dalam sehari. Hal itu untuk memantau trombositnya.

Saat masuk trombositnya di angka 26 ribu. Sementara angka normalnya 150 ribu. Kondisi pasien saat masuk sudah dalam kategori Dengue Shock Syndrome (DSS). Ketika masuk rumah sakit sudah muncul bintik merah.

Baca juga:  Molor dari Target, Kontraktor Islamic Center Didenda Rp 11,9 Juta Per Hari

“Kalau DBD sudah muncul bintik itu tandanya sudah kategori lanjut. Sebaiknya, kalau tiga hari panas tidak turun, segera dibawa ke dokter,” jelasnya.

Pasien tersebut keluar dari RSUD Batang dengan trombosit 98 ribuan dan butuh sedikit lagi effort untuk benar-benar pulih. Ali menegaskan, kondisi tangan yang membengkak dan menghitam akan hilang sendiri bersamaan dengan pulihnya kondisi tubuh. Waktunya bisa satu hingga tiga minggu.

Mengenai postingan di Sosmed, pihaknya tidak bisa merespon. Ia menyarankan pihak keluarga untuk memeriksakan langsung anaknya ke RSUD Batang atau Faskes terdekat. Supaya bisa mendapatkan keterangan dari ahlinya.

“Kami tidak antikritik, justru kami akan senang. Tapi harap melalui jalur resmi,” ucapnya. (yan/zal)

Baca juga:  Puluhan Sumur Warga Kering, Dampak Kolam Renang THR Kramat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya