alexametrics

Eksekusi Rumah dan Tanah di Desa Surodadi Gringsing Nyaris Ricuh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Eksekusi rumah dan tanah di Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing Selasa (14/6) diwarnai perlawanan dari penghuni rumah.

Walau demikian penyitaan oleh juru sita PN Batang itu berlangsung sesuai rencana. Permasalahan yang ada bisa diatasi dengan pendekatan secara persuasif.

Sejumlah personel dari Polres Batang dan Kodim 0736/Batang serta Satpol PP disiagakan untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan. Eksekusi dilakukan pada tanah seluas 914 meter persegi beserta dua bangunan di atasnya. Bangunan dan tahan itu milik Turman.

Eksekusi dilakukan berdasarkan permohonan Karno yang telah meneruskan angsuran. Juga sekaligus melunasi kredit atas nama Khafifudin kepada sebuah BPR di Weleri.

Rumah dan tanah tersebut pada sertifikat tertulis atas nama Turman warga Desa Surodadi dan diagunkan oleh Khafifudin sebesar lebih kurang Rp 400 juta. Berhubung Khafifudin tidak bisa memenuhi kewajibannya dan menunggak angsuran, akhirnya Khafifudin minta bantuan Karno untuk melunasi dan sekalian menjualnya.

Baca juga:  Prediksi Susunan Pemain Persipura vs PSIS, Mahesa Jenar Pantang Anggap Enteng

Karno menutup pinjaman dan kelebihan harga sudah diberikan kepada Khafifudin. Karno yang sudah mengantongi hak kepemilikan akhirnya mengajukan eksekusi dan dimenangkan pengadilan. Eksekusi ini diundur satu minggu dari jadwal semula untuk memberi kesempatan pengosongan rumah.

Dari pengakuan Turman sebenarnya dirinya adalah korban penipuan dari Khafifudin warga desa Tedunan. “Sekitar tahun 2018 Khafifudin datang kepada saya dan meminjam sertifikat untuk modal. Berhubung sertifikat masih atas nama saya bank tidak bisa mencairkan kredit. Kemudian saya diajak Khafifudin ke notaris dan disuruh tanda tangan pengalihan hak,” kata Turman sambil berkaca-kaca. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya