alexametrics

Bangkai Sapi Limousin Dibuang di Jalur Alas Roban

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Warga Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, digegerkan dengan penemuan bangkai sapi berukuran besar, Kamis (2/6). Sapi jenis limousin itu dibuang di tepi jalan Pantura Alas Roban.

Kondisinya sudah membusuk. Dipenuhi belatung. Bau tak sedap pun menyeruak. Menusuk hidung orang yang melintas dan warga sekitar. Diduga kematian sapi tersebut akibat penyakit mulut dan kaki (PMK).

“Ini terindikasi PMK. Kondisi mulutnya terluka dan sudah berbelatung. Kemungkinan ini sudah 24 jam saat ditemukan. Ditemukan hari Kamis pukul 15.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dislutkanak Kabupaten Batang, Syam Manohara Jumat (3/6).

Pihaknya menduga, bangkai sapi berasal dari truk distributor ternak. Sengaja membuangnya untuk menghindari pemeriksaan di pos kesehatan hewan. Hal itu karena jika ada satu saja sapi yang terindikasi PMK, maka satu rombongan sapi di dalam truk akan diminta kembali ke kota asalnya. Tidak boleh melanjutkan perjalanan ke tujuan.

Baca juga:  Utamakan SK Bebas PMK pada Kurban 2022

Ia yakin sapi itu bukan milik warga setempat. Karena tidak ada jenis sapi limousin di Kecamatan Gringsing. Kalaupun ada sapi mati di Kabupaten Batang, peternak pasti akan langsung melapor.

Lokasi pembuangan bangkai sapi di tempat sepi tanpa penerangan. Kemungkinan, pengantar ternak sudah berpengalaman hingga tahu lokasi aman membuang bangkai sapi.

“Kemungkinan truk pengangkut sapi itu menuju arah Jakarta. Namun bangkai sapi dibuang di kanan jalan,” terangnya.

Setelah menerima laporan dari warga, pihaknya langsung menuju lokasi bersama kepolisian. Setelah mengecek kondisi bangkai, sapi akhirnya dibakar pada pukul 22.30 WIB. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan virus PMK yang melekat di bangkai sapi.

Baca juga:  Laga Persahabatan Pompa Semangat

Ia cukup menyayangkan atas tindakan tidak bertanggungjawab tersebut. Perilaku itu bisa diproses hukum. Namun, pihaknya tidak menemukan identitas apa pun yang melekat di bangkai sapi.

“Ini bisa menular ke hewan ternak milik warga sekitar. Terbawa oleh hewan-hewan yang memakan bangkai sapi. Makanya kami memutuskan untuk membakarnya,” tandasnya. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya