alexametrics

Dua Pasutri Bertarung di Pilkades Batang, Delapan Titik Rawan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Dua pasang suami istri (pasutri) bertarung dalam Pilkades serentak di Kabupaten Batang. Mereka berasal dari Desa Sempu, Kecamatan Limpung dan Banaran, Kecamatan Banyuputih. Sementara pemkab telah memetakan delapan wilayah masuk kategori rawan.

Salah satunya di Desa Sengon, Kecamatan Subah. Tempat tersebut dinyatakan rawan karena memiliki daftar pemilih tetap yang cukup banyak. Mencapai enam ribu orang. Sistem penjagaan di wilayah tersebut pun ditingkatkan. Diperkirakan penghitungan suara berlangsung hingga malam.

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki bersama jajarannya melakukan tinjauan ke beberapa titik. Memastikan pelaksanaan Pilkades berlangsung kondusif.

“Hari ini (kemarin) ada empat desa yang kita pantau. Desa Kalipucang Kulon melalui daring dan tiga desa yakni Desa Cepokokuning, Desa Kalibeluk, dan Desa Gapuro berjalan aman, tertib, dan terkendali,” terang Lani usai pantauan Minggu (29/5).

Baca juga:  Pendapatan Pajak Restoran Bermasalah, Ini Penyebabnya

Di Kabupaten Batang sendiri Pilkades serentak digelar di 32 desa dari 14 kecamatan. Ada 81 calon kepala desa yang ikut bertarung dengan total DPT mencapai 76,8 ribu. Delapan daerah yang dipetakan rawan tersebar di tujuh kecamatan. Yaitu Desa Kalibeluk, Siguci, Sidayu, Cepokokuning, Sengon, Gondang, Kembangan, dan Lebo.

Pilkades kali ini juga diramaikan dengan munculnya pasar dadakan di TPS-TPS. Hal itu pun disambut baik oleh pemerintah daerah.

“Gelaran Pilkades ini punya dampak ekonomi bagi masyarakat. Muncul pasar-pasar dadakan. Itu sebagai dampak ekonomi, Pilkades memberikan kesempatan pada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Itu sangat bagus, masyarakat bisa ikut merasakan,” terangnya.

Sementara, Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto juga menyambut positif munculnya pasar-pasar dadakan. Terpenting pelaksanaan Pilkades berjalan aman. “Kerumunan dan keramaian (pasar dadakan, Red) ini menjadi atensi bagi kami. Yang penting ekonomi tetap berjalan,” imbuhnya. (yan/zal)

Baca juga:  KIT Batang Jadi Proyek Percontohan Nasional

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya