alexametrics

Wihaji-Suyono Dilepas dengan Pawai Budaya

Jabatan Bupati dan Wabup Batang Berakhir Besok

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG — Masa jabatan Wihaji dan Suyono sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batang periode pertama akan berakhir Minggu besok. Tepat pada 22 Mei 2022. Kemarin (20/5), Wihaji dan Suyono dilepas dengan kirab budaya. Keduanya naik kereta kencana bersama jajaran Forkopimda.

Ribuan warga berjajar di sepanjang jalan protokol di Kota Batang yang dilewati kirab budaya. Mereka dengan antusias menyaksikan pawai yang sempat dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19.

Wihaji dan Suyono bersama keluarga mengendarai kereta kencana. Ada sembilan kereta kencana dinaiki Forkopimda. Wihaji naik kereta spesial yang didatangkan langsung dari Solo. Kereta kencana bernama Kiai Setyotuhu itu milik kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Suasananya sangat meriah. Arak-arakan diikuti ratusan orang. Diawali dengan tombak Abirawa dan delapan tombak pusaka lain. Sembilan kereta kencana menyusul dan 15 gunungan hasil bumi ikut memeriahkan acara. Gunungan itu merupakan hasil bumi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Batang. Juga ada satu gunungan utama yang disiapkan di Pendopo Kabupaten.

Kirab dilakukan dengan melewati jalan sepanjang 3 kilometer. Dimulai dari pendopo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajahmada, kemudian menuju ke utara di Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Brigjen Katamso, Jalan RA Kartini dan berakhir di pendopo. Kegiatan itu merupakan agenda rutin dalam rangka hari jadi ke-56 Kabupaten Batang.

Baca juga:  PT BPI Panen Penghargaan

Sepanjang jalan, Wihaji-Suyono sawur atau tabur uang koin kepada warga. “Rakyat itu rindu, dua tahun tidak ada arak-arakan kirab budaya. Semoga ini menjadi awal yang baik dan semangat masyarakat untuk beraktivitas ekonomi usai pandemi covid,” ucap Wihaji.

Saat acara warga tak sabar. Mereka langsung berebut gunungan usai dibacakan doa di pendopo. Padahal rangkaian acara belum selesai. Meski demikian, Wihaji tetap sumringah melihat warganya bergembira. Ngalap berkah dari kirab budaya. Senyum tetap sumringah walaupun Jumat kemarin padat agenda.

Pagi hari pukul 07.00, ia memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114. Selanjutnya, melantik pimpinan BAZNAS Kabupaten Batang periode 2022-2027 pada pukul 09.00. Sementara kirab budaya dimulai pukul 14.00 dan selesai pukul 16.00. Setelah agenda kirab itu, pukul 20.00 tadi malam, Wihaji-Suyono kembali menghadiri pentas wayang kulit bertema Semar Noto Negoro Bali Noto Kuto. Kegiatan itu berlangsung terbuka di Alun-Alun Batang.

Baca juga:  Diramaikan Penjual Jamu Gendong Cantik

“Saya bekerja berdasarkan undang-undang dan aturan lainnya berkenaan dengan masa jabatan, dan tentu semua karena Allah SWT yang mengatur, termasuk jabatan. Yang penting bersyukur atas amanah rakyat yang diberikan kepada kita dalam menjalan amanah rakyat untuk kerja yang baik, dan semangatnya memberikan manfaat untuk masyarakat Batang. Dan tentunya berakhir dengan husnul khotimah,” terangnya.

Berkenaan dengan keberhasilan, ia berujar biar masyarakat Batang yang menilai. Rakyat yang tahu akan kinerjanya. Ia pun berharap apapun kebijakan yang dilaksanakan, semua untuk kepentingan rakyat Batang. “Jadi, biar rakyat yang menilai saya berhasil atau tidak,” katanya.

Ia masih punya pekerjaan rumah (PR) yang memang butuh waktu untuk diselesaikan. Yaitu kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang butuh strategi khusus, waktu, dan penyelesainnya harus melibatkan banyak sektor. Khususnya sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Pada akhir masa jabatannya kali ini, Wihaji-Suyono juga banyak mendapatkan dukungan untuk maju lagi dalam Pilkada. Seperti saat kirab budaya, banyak warga menggaungkan Jisamsu, Wihaji bersama Suyono. “Dua anak cukup, dua periode lanjutkan,” teriak warga yang meminta foto bersama usai kirab budaya.

Baca juga:  Hujan Sejak Sore, 2 Desa di Aliran Sungai X Sambong Terendam Banjir

Setelah mengakhiri masa jabatannya, Wihaji akan kembali menjalankan tugas sebagai petugas partai. Yaitu, sebagai Ketua Harian Golkar Jawa Tengah.

“Kita dikasih tugas untuk menang Pemilu 2024. Jadi, ya kembali sebagai petugas partai. Semangatnya masih sama, tugas partai politik salah satu tujuan sucinya adalah demi menyejahterakan rakyat, dan perjuangan lewat partai politik,” ucapnya.

Wihaji sendiri telah pindah dari Rumah Dinas Bupati Batang sejak sebulan lalu. Ia mengontrak rumah di Jalan Ahmad Yani, dekat dengan Pendopo Kabupaten. Ia sangat berdosa dengan keluaga. Wihaji merasa selama lima tahun menjadi bupati, sering meninggalkan keluarga.

“Ya, minimal setelah ini perhatian saya kepada istri dan anak akan lebih baik. Karena merekalah yang men-support saya selama ini dalam menjalankan roda pemerintahan,” katanya.

“Yang terakhir , tentu saya berterimakasih kepada rakyat Batang yang telah memberikan amanah kepada saya dan Pak Suyono dalam memimpin pemerintahan. Rakyat telah memberikan gaji kepada saya untuk menghidupi keluarga saya lewat hak yang tentu diiringi dengan kewajiban,” tambahnya. (yan/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya