alexametrics

Dua Tahun Tak Digelar, Lomba Dayung Tradisional Batang Diikuti 3.000 Peserta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Lomba dayung tradisional di Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang kembali digelar setelah dua tahun libur pandemi. Total ada lebih dari 3.000 peserta ikut bertanding. Mereka terhimpun dalam 318 tim.

Lomba berlangsung meriah disaksikan ratusan warga yang menyemut di tepian sungai Klidang Lor. Ajang tersebut rencananya bakal berlangsung lima hari. Mulai Selasa (3/5/2022) sampai Sabtu (7/5/2022). Bupati Batang Wihaji pun berkesempatan membuka lomba dayung yang dimulai H+1 lebaran itu.

“Ini masuk kalender wisata, cuma karena pandemi covid kami hentikan dua tahun. Saya putuskan tahun ini bisa berlangsung, yang penting protokol kesehatan jalan terus,” ujar Wihaji.

Ia menjelaskan, lomba dayung dilakukan untuk nguri-uri budaya. Lomba dayung secara resmi sudah ada sejak 1977. Setelah sungai tersebut rampung disodet.

Baca juga:  Kerahkan Alat Berat Buka Jalan Darurat

Sebelumnya, ajang itu merupakan aktivitas spontan dari para nelayan setempat. Mereka beradu balap di sungai. Hingga lama-kelamaan menjadi ajang berkumpul dan menjalin silaturahmi para nelayan setempat saat lebaran.

“Selain menjadi tradisi, ini bisa mencetak atlet-atlet dayung. Plus satu lagi, ekonomi berjalan. Karena lumayan pesertanya 300 lebih, penontonnya juga banyak. Semangatnya mencetak atlet, nguri-uri budaya, dan ekonomi daerah,” ucapnya.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba kali ini tidak dibuka untuk luar daerah. Hanya di lingkup Kabupaten Batang saja. Biasanya lomba diikuti juga oleh para atlet profesional dari daerah lain, seperti Kendal, Pekalongan, hingga Cilacap.

Ketua Panitia, Iman Rozikin mengatakan peserta yang mendaftar dalam perlombaan kali ini membeludak. Aslinya peserta dibatasi hanya untuk 200 tim. Namun membludak hingga 318 tim yang mendaftar.

Baca juga:  Bersinergi Lakukan Bimbingan Rohani

“Memang ini menjadi momentum yang dinantikan, pesertanya pun kita batasi sebenarnya di 200 tim saja, tpi membludak yang daftar 300-an. Tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 400-an peserta. Biasanya kami buka untuk luar daerah tapi karena masih suasana pandemi tahun ini hanya lokal Batang saja,” terangnya.

Peserta berlomba adu cepat dengan jarak 300 meter. Satu sesi ditandingkan dua perahu perahu naga. Tiap sesi pertandingan, para peserta bisa memperoleh kecepatan waktu mulai 2 hingga 3 menit. “Hadiahnya ada tropi piagam dan uang tunai total 60 Juta,” tandasnya. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya