alexametrics

Tiga Kali Diperbaiki, Jalan Ahmad Dahlan Batang Rusak Lagi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang –  Jalan Ahmad Dahlan mendapat perawatan ekstra. Jalan di pusat Kota Batang itu sering rusak. Padahal belum lama ini diperbaiki. Bahkan perbaikan sudah dilakukan tiga kali sejak tahun lalu. Faktor paling kuat jalan cepat rusak karena sering dilalui kendaraan berat over kapasitas.

“Ya, sudah ketiga kalinya jalan itu kami perbaiki. Hal ini bukan dikarenakan kualitas jalan yang jelek, melainkan jalan itu sering dilalui kendaraan kendaraan berat yang melebihi kapasitas atau overload,” ujar Kabid Prasarana Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang Endro Suryono.

Ia menjelaskan, spesifikasi Jalan Ahmad Dahlan hanya kuat menahan beban kendaraan hingga 12 ton. Sedangkan kendaraan yang sering melewati jalan tersebut jauh melebihi tonase. Kali ini perbaikan dilakukan agar jalan mulus saat Lebaran.

Baca juga:  Kerahkan Alat Berat Buka Jalan Darurat

“Kami (pemerintah) tetap berupaya melakukan perbaikan jalan, agar masyarakat dalam berkendara tetap aman dan nyaman. Terlebih menjelang momen Lebaran ini, kami berusaha meminimalisir insiden kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan jalan,” ucapnya.

Menurutnya, upaya perbaikan jalan saat ini bersifat sementara atau darurat. Perbaikan permanen akan dilakukan pada tahun anggaran 2023.

“Kami akan rigid beton sepanjang Jalan Ahmad Dahlan. Kurang lebih panjangnya 1 kilometer, dengan lebar 7 meter. Konstruksi rigid beton mampu menahan beban hingga 30 ton,” terangnya.

Anggaran yang dibutuhkan kurang lebih mencapai Rp 2,8 miliar, menggunakan APBD Kabupaten Batang. “Kami juga berharap ada CSR dari pihak pengusaha untuk ikut memperbaiki kerusakan jalan yang ditimbulkan,” tandasnya.

Baca juga:  Petani Masih Kesulitan Pupuk

Berdasarkan keterangan pengendara, kerusakan jalan diduga akibat truk galian C. Truk dengan beban berat itu sering melintas di jalan tersebut. “Gimana nggak rusak, tiap hari dilewati truk isinya batu sama pasir dari galian,” kata Nurul, 27, warga setempat.

Ia mengatakan, kerusakan di Jalan Ahmad Dahlan cukup parah dan merata. Nurul pun kadang memilih melintas di jalur berlawanan untuk menghindari jalan rusak. Hal yang sama juga dikatakan Adi, 30. Ia mengatakan, kondisi itu sudah terjadi berbulan-bulan.

“Dulu truk-truk itu nggak lewat sini, biasanya lewat jalan depan Polres yang sudah dibeton. Nggak tahu kok malah lewat jalan aspal biasa, jadi rusak,” katanya. (yan/zal)

Baca juga:  Kedelai Lokal Tak Menguntungkan, Dorong Pengembangan Edamame

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya