alexametrics

Geger Penemuan Mayat di Jalan Desa Plumbon Batang, Diduga Korban Tabrak Lari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung digegerkan penemuan seorang laki-laki yang tergeletak bersimbah darah seusai salat Subuh.

Korban ditemukan dalam posisi telungkup di tepi jalan Limpung-Tersono tepatnya sebelah timur kantor Desa Plumbon, Selasa (29/3/2022). Semula warga mengira itu adalah gelandangan yang sedang tidur.

Warga tidak menaruh rasa curiga, namun setelah agak terang, beberapa warga mendekat. Mereka kaget melihat ada ceceran darah. Warga kemudian melapor ke Kades Plumbon Agus Arjito yang segera datang ke lokasi. Agus Arjito memeriksa lebih teliti dan mendapati korban terluka parah dibagian kepala dan keluar darah dari mulut.

Beberapa warga mengenali sosok yang tergeletak itu adalah Kartolo, 50. Pria asal Kecamatan Bawang itu menikah dengan orang Desa Ngaliyan, Kecamatan Limpung. “Setelah saya balikkan posisinya barulah bisa dikenali. Ketika saya teliti sudah tidak ada nafas maupun denyut nadinya,” kata Agus Arjito.

Baca juga:  Antrean Mengular Demi Migor Curah di Pasar Bintoro Demak

Anggota Polsek Limpung yang mendapat laporan kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Limpung guna keperluan visum.

Diduga Kartolo menjadi korban tabrak lari saat berjalan kaki. Tapi berhubung tidak ada saksi, belum bisa ditarik kesimpulan pasti penyebab kematian Kartolo. “Penanganan selanjutnya diselidiki oleh unit Lakalantas Polres Batang,” lanjut Agus Arjito.

Kades Ngaliyan Joni Purnomo membenarkan korban telah menikah dengan orang Ngaliyan. “KTP Kartolo masih berdomisili di Bawang. Di Ngaliyan dia hanya boro kawin,” tegas Joni Purnomo yang mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa Bawang.

Dari keterangan keluarga, diperoleh kabar jika Kartolo keluar dari rumah pukul 4.00 WIB dengan tujuan Bawang untuk bekerja. Ia bekerja sebagai buruh serabutan. Kartolo biasa pergi pagi jalan kaki ke terminal Limpung, setelah itu naik bus jurusan Bawang.

Baca juga:  Happy Ending, Agesti Menangis Haru di Pelukan Sumiyatun

Joni Purnomo berharap siapapun yang telah menyebabkan Kartolo tewas untuk bertanggungjawab mengingat keluarga Kartolo termasuk tidak mampu. Kartolo meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih duduk di bangku SD. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya