alexametrics

PUDAM Batang Kewalahan Penuhi Permintaan Sambungan Baru di Perumahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan Batang, kewalahan memenuhi permintaan pelanggan baru dari perumahan. Kondisi tersebut, membuat permintaan sambungan baru, khususnya wilayah Kecamatan Batang, harus inden.

“Pertumbuhan perumahan di Kecamatan Batang ini sangat pesat. Kami agak kerepotan karena belum punya air baku. Kami kewalahan di Kota Batang, tapi di kecamatan lain belum begitu mempengaruhi, malah berlebih,” ujar Direktur Umum PUDAM Kamulyan Batang Sys Mandayun di kantornya, Kamis (17/3).

Pihaknya selalu mengecek ketersediaan jaringan dan kapasitas. Banyak pemohon dari perumahan yang langsung ditolak, tidak langsung mendapat jatah pemasangan. Pemohon baru itu mendapatkan penundaan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Baca juga:  Perut Membesar karena Tumor, Antre Operasi Setahun

“Banyak yang kita tolak. Istilahnya ditunda sambil menunggu sumber air baru ataupun optimalisasi pipa yang tersedia,” ucapnya.

Sambungan air dari PUDAM sendiri menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi oleh pengembang perumahan. Rumah yang dibangun harus memiliki sambungan air dari PUDAM, layaknya sambungan listrik.

PUDAM Sendang Kamulyan Batang sendiri punya empat jenis sumber air baku. Yaitu, tujuh mata air, air permukaan, SSF, dan sumur bawah tanah. Sumber air baku dan saluran yang ada saat ini dianggap belum bisa memenuhi pesatnya pertumbuhan perumahan.

Sys mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 45 ribu sambungan, 24 ribu di antaranya ada di Kecamatan Batang. Terbanyak adalah rumah tangga, mencapai 90 persen. Sisanya untuk sambungan niaga, sosial, hidran umum, industri, dan pelabuhan. “Debit airnya mencapai 1,1 juta kubik air per bulan,” terangnya. (yan/zal)

Baca juga:  Siapkan Koperasi Klasterisasi Kopi Lokal

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya