alexametrics

Capaian Rehab SDN Wonosegoro 2 hanya 12 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Kontraktor rehab SDN Wonosegoro 2, Kecamatan Badar, hanya mampu mengerjakan proyek 12,47 persen. Capaian itu paling parah di antara empat proyek lain.

Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Yuliyanto menjelaskan, jumlah itu sudah dikurangi dari perhitungan terakhir. Karena bangunan belum berfungsi. Semula, progresnya diperkirakan mencapai 30 persen.

Seluruh atap bangunan sudah dibongkar. Kini, gedung SD tersebut mangkrak. Sementara proses belajar mengajar diungsikan ke madrasah diniyah desa setempat. Mereka kini harus lebih lama mengungsi, sama seperti sekolah lain yang gagal rehab. “Kami sudah mendatangi pihak kontraktor untuk melakukan putus kontrak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari lima sekolah yang direhab CV Amelia Rahman mayoritas ada di bawah 30 persen. Padahal mereka sudah diberi perpanjangan waktu hingga 50 hari. Progres rehabilitasi di SDN Depok 2 mencapai 41 persen, SDN Jambangan 2 baru di angka 33,69 persen, SDN Pejambon masih 27,3 persen dan SDN Plelen 1 hanya 25,34 persen.

Baca juga:  Tukang Parkir Tewas saat Tidur

Saat ini, pihaknya juga tengah menagih denda keterlambatan pengerjaan dari CV Amelia Rahman yang belum dibayar. Total dendanya mencapai Rp 152 juta untuk lima sekolah. “Pihak sana bilang bersedia membayar paling lambat 31 Maret,” terangnya.

Pembayaran rehabilitasi sekolah itu akan dialihkan dengan APBD Perubahan 2022. Tidak bisa menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Selama ini pihak CV Amelia Rahman dianggap tidak kooperatif. Kontraktor dari CImahi Jawa Barat itu, tidak punya itikad baik, sehingga pihak Disdikbud memutus sepihak penentuan progres pengerjaan. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya