alexametrics

Ubah Mindset Guru dalam Mengajar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Mindset guru di Kabupaten Batang dalam mengajar mulai diubah. Melalui pelatihan yang digelar bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam program guru penggerak (PGP) ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran anak didik.

Koordinator agen guru penggerak Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Jawa Tengah, Yuliawanto mengatakan, program ini akan mempelajari tiga paket modul. Salah satunya merubah mindset guru dalam mengajar.

“Saya ini sebagai seorang guru seharusnya harus ngapain terhadap murid. Dari hasil yang sudah berjalan, guru-guru mindset-nya berubah. Awalnya guru sering menuntut siswa dan seluruh siswa dianggap sama,” ujarnya di sela kegiatan yang digelar di aula SMKN 1 Kandeman, Rabu (16/2).

Baca juga:  Mulai Belajar Tatap Muka, Siswa Dilarang Salim ke Guru

Menurutnya, siswa tidak bisa disamaratakan. Ibarat dalam sebuah kelas, ada bebek, kelinci, dan tupai. Kalau pelajaran berenang, bebek yang paling unggul. Sementara dalam pelajaran berlari kelinci akan lebih unggul, dan dalam materi memanjat tupai yang punya nilai tertinggi.

Ending pendidikan guru penggerak adalah dengan mengembangkan sekolah sesuai aset yang dimiliki. Guru tidak mengeluh dengan keterbatasan aset. Melainkan meningkatkan potensi dengan aset yang dimiliki. “Guru penggerak ini disiapkan untuk menjadi leader,” tegasnya dalam pelatihan angkatan enam tersebut.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji menjelaskan, guru akan menerapkan konsep merdeka belajar. Guru Penggerak juga berperan dalam menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.  Tentunya untuk mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada peserta didik.

Baca juga:  Kontraktor Islamic Center Batang Didenda Rp 595 Juta

“Karena bisa dilihat bahwa siswa pasti mempunyai pelajaran yang tidak disukai. Saya sudah melihat sendiri waktu program belajar ke sekolah-sekolah, kebanyakan siswa tidak menyukai mata pelajaran matematika,” terangnya.

Melalui guru penggerak, inovasi belajar harus digali agar siswa menyukai mata pelajaran tersebut. “Tidak ada siswa bodoh, yang ada siswa itu bisa memahami dalam belajar atau tidak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Achmad Taufiq mengatakan, pelatihan tersebut dibuka seluas-luasnya untuk siapa pun. Terutama semua pihak yang berprofesi sebagai guru baik yang negeri maupun honorer. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya