alexametrics

Biasanya Hanya Bayar Rp 140 Ribu, Warga Batang Ini Kaget Dapat Tagihan PDAM Rp 6,9 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Nasib kurang beruntung dialami Fanta Marzuki, 30, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang. Tagihan air bersih dari PUDAM Sendang Kamulyan membengkak hampir 50 kali lipat. Biasanya hanya Rp 140 ribu per bulan, kali ini ia ditagih Rp 6,9 juta.

“Saya tidak merasa memakai. Dugaan dari sana ada kebocoran dari saya. Saya tidak tahu ada kebocorannya. Tidak ada genangan yang muncul,” ujar Fanta saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/2).

Ia menjelaskan peristiwa itu bermula saat petugas lapangan PUDAM memberitahu istrinya. Informasinya meteran telah membludak hingga 513 meter kubik. Padahal biasanya hanya sekitar 10 meter kubik. Saat itu juga petugas meminta kejelasan di kantor PUDAM Sendang Kamulyan.

Baca juga:  Rumah BUMN Pekalongan Pacu Kreativitas Milenial

“Saya langsung kaget dikabari itu. Apa itu tagihan sampai Rp 7 juta. Tanpa pikir panjang saya langsung ke kantor,” ucapnya sembari mengumpat.

Setelah meminta keterangan dan banyak berdebat, ia diberi keringanan potongan 50 persen. Penjelasan yang diberikan adalah adanya kebocoran setelah meteran air. Bukti kebocoran hanya foto meeran yang menunjukkan angka 513 meter kubik.

“Saya tidak melihat ada kerusakan. Kerusakan itu ada di sebelah mana. Saya cek tidak ada ciri-ciri bocor. Saya tiap hari pakai untuk mandi juga tidak ada perbedaan, air masih deras. Mestinya kalau bocor tegangannya berkurang,” imbuh Fanta.

Ia menyebutkan, peristiwa itu tidak hanya dialaminya saja. Banyak warga yang mengadu punya pengalaman sama, tapi hanya mencapai Rp 3 juta. Selain itu, ia menjelaskan bahwa ada pemutusan sepihak dari PUDAM Sendang Kamulyan per tanggal 16 Februari 2022. Sekarang, ia harus mengungsi ke tempat orangtuanya hanya untuk mandi dan keperluan lain.

Baca juga:  Longsor, Akses Jalan Gunung Alang Putus

“Saya tetap keberatan walaupun disuruh bayar 50 persen. Seumur hidup baru kali ini. Padahal Januari kemarin saya meminta pindah golongan dari kategori Niaga 1 ke kategori Rumah Tangga 3 yang lebih murah. Sata meminta kesetaraan, tetangga saya yang rumahnya lebih besar kategorinya Rumah Tangga 3,” tandasnya. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya