alexametrics

Bersyukur Masih Diberi Kesempatan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Mantan Napi Dipercaya Kelola Kandang Kambing Bandit Farm 033

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Suwarno, 60, merasa bersyukur bisa tetap diterima masyarakat, meski mantan narapidana (napi). Bahkan dipercaya mengelola kandang kambing milik anggota Majelis Darut Taubah Kabupaten Batang yang tiap hari didatangi anak-anak dan warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

Di tengah area persawahan dan perkebunan Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, terlihat bangunan kayu tanpa tetangga. Lokasinya agak jauh dari permukiman warga. Siapa sangka di sana tinggal seorang mantan napi dari Lapas Kelas IIB Batang.

Adalah Suwarno, 60, mantan napi kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA). Ia divonis menjalani hukuman 6 tahun 6 bulan kurungan penjara. Pria asal Plantungan, Kabupaten Kendal itu merasa beruntung. Masa tahanannya bisa lebih berarti. Ia banyak mengikuti pembinaan di dalam Lapas. Hingga saat keluar, ia langsung dipercaya mengelola kandang kambing sendirian.

Masa tahanannya cukup lama, namun Suwarno bisa keluar setelah menjalani 3 tahun 6 bulan kurungan. Berbagai remisi dan potongan masa tahanan didapatkan, karena perilakunya di dalam sel. Ia menjadi salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Taubah di Lapas Batang.

Baca juga:  Bansos Lebih Baik Berupa Uang

Kala itu waktu menunjukkan pukul 10.00. Jalan menuju kandang kambing cukup terjal. Kondisinya berbatu dengan medan naik turun. Kendaraan hanya bisa parkir di tepi jalan. Sementara untuk menuju kandang kambing, harus jalan kaki ke atas bukit.

Suara kambing ramai mengembik terdengar sebelum sampai di lokasi. “Monggo mas,” sapa Suwarno begitu melihat wartawan Jawa Pos Radar Semarang datang ke lokasi.

Suwarno mudah mengakrabkan diri. Walaupun di tengah area perkebunan, kandang kambingnya ternyata ramai didatangi warga. Meraka penasaran dengan apa yang dilakukan Suwarno selama empat bulan di sana. “Warga dan anak-anak sering datang ke sini. Mereka tanya-tanya cara merawat dan membesarkan kambing di sini. Jadi akrab. Mereka juga tidak takut sama saya yang mantan napi,” terangnya bersyukur.

Baca juga:  Keberadaan Anak Jalanan Makin Meresahkan

Benar saja, cara Suwarno merawat kambing mungkin terbilang baru. Ilmu yang didapatkan di dalam Lapas diterapkan di peternakan yang diberi nama Bandit Farm 033. Ada 39 ekor kambing di sana. Ukurannya bervariasi, mulai indukan dan anakan yang baru lahir. Jenisnya mulai dari kambing, domba, dolper, dan moreno.

Pemberian pakan menggunakan metode fermentasi. Beberapa jenis rumput cacahan dicampur dengan cairan organik. Hal itu untuk meningkatkan protein yang dikonsumsi hewan. Sehingga proses breeding lebih unggul. “Limbahnya diolah untuk biodigester, sehingga nantinya bisa untuk biogas. Sisa kotorannya juga digunakan untuk pupuk tanaman di sini,” kata Suwarno.

Berbagai tanaman telah ditanam di sekitar kandang. Seperti odot, rumput gajah, dan tanaman asitaba. Suasana kandang pun terasa asri, bau kotoran tidak terlalu menyengat. Air kencing kambing juga mendapat tempat khusus di penampungan. Nantinya akan dijadikan pupuk.

Suasana nyaman itu membuat anak-anak kampung betah bermain di kandang kambing. Mereka berinteraksi dengan kambing dan domba-domba kecil yang menggemaskan. “Anak-anak juga sering belajar di sini. Apalagi di sini ada WiFi-nya,” ucapnya.

Baca juga:  Gotong Royong Buat Jalan Lingkar

Suwarno bisa menghirup udara bebas sejak 28 September 2021. Sebelum menerima kepercayaan merawat kambing, ia sempat berembuk dengan keluarga. Karena lokasinya jauh dari kampung halamannya di Kendal. Akhirnya ia memutuskan menerima kepercayaan mengelola peternakan tersebut.

“Bagi saya ini kebanggaan tersendiri. Apalagi orang hina seperti saya diberi kepercayaan. Amanat ini betul-betul saya jaga sebaik-baiknya, karena masih diberi kesempatan kedua,” tuturnya penuh syukur dan haru.

Suwarno tidak merasa kesulitan saat merawat kambing-kambing di sana. Ia semasa kecil sering menggembala sapi dan kambing. Sedangkan di Lapas, ia memperoleh ilmu tambahan beternak secara modern.

“Cita-cita saya, peternakan domba ini bisa sebagai pusat edukasi masyarakat. Sehingga keberadaan saya dan Badit Farm 033 berguna untuk masyarakat sekitar,” tandasnya. (yan/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya