alexametrics

Tilik Tujuh Warga Kurang Mampu di Desa Tegalombo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Bupati Batang Wihaji tilik tujuh warga kurang mampu di Desa Tegalombo, Kecamatan Tersono. Wihaji pun mendengarkan tiap curhatan warganya dan berusaha ikut meringankan beban hidupnya.

Salah satunya, Wihaji bersama rombongan menyambangi rumah sesepuh Desa Tegalombo. Ia menderita stroke sudah 10 tahun.

“Mbah Mahyun ini suaminya sesepuh desa, lagi sakit stroke sudah 10 tahun. Maka kami tengok dan pastikan mendapatkan bantuan. Karena Mbah Mahyun selama ini yang menopang hidup dengan hasil buruh pembuat emping,” kata Wihaji Selasa (28/12).

Ia menuntaskan kunjungan ke rumah-rumah warga sedari pagi hingga sore hari.

Menurutnya, Mbah Mahyun saat ini kebutuhannya hanya untuk makan setiap hari. Karena itu, pihaknya tidak memberikan bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH).

Baca juga:  Waspada! Sungai Sambong Darurat Sampah

“RTLH kami fokuskan yang ada generasinya sehingga manfaat. Terpenting Mbah Mahyun sehat dan ada bantuan untuk bertahan hidup,” terangnya.

Pada kunjungan di Desa Tegalombo, Wihaji memberikan bantuan RTLH pada satu warga yang dianggap membutuhkan. Bantuan RTLH untuk tahun 2022 sendiri nominalnya mencapai Rp 3 miliar. Lebih sedikit dari tahun 2021 karena ada refocusing anggaran.

Wihaji merinci, anggaran RTLH di awal menjabat pada tahun 2017 dan 2018 bisa mencapai Rp 10 miliar. Karena kondisi keuangan dan pandemi Covid-19 anggaran tersebut mengalami penurunan.

“Kalau sekarang memang anggaran RTLH per unit ada kenaikan, dulu Rp 10 juta, tahun ini kami naikkan menjadi Rp 12,5 juta. Rp 2,5 juta untuk tenaga dan Rp 10 juta untuk bangun rumah,” ucapnya.

Baca juga:  390 Calon Jamaah Haji Manasik Perdana di Islamic Center

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemukiman Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Batang, Nur Haryanto menjelaskan program RTLH APBD di tahun 2021 berjumlah 334 unit rumah. Selain itu, Dana Alokasi Khusus ada sekitar 115 unit rumah dan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 201 unit rumah.

Sementara Tahun 2022 ada sekitar 305 rumah yang akan dibedah. Ada pun program dari APBN melalui DAK ada 25 unit rumah. Nilainya Rp 40 juta yang terbagi dari dua sumber APBD dan APBN.

“Program RTLH pada tahun 2022 jumlahnya lebih sedikit jika dibanding dengan tahun 2021. Hal ini karena alokasi pagu anggaranya turun. Pak bupati di tahun 2022 lebih ke infrastruktur. Maka terkait program RTLH sedikit berkurang,” ungkapnya. (yan/ida)

Baca juga:  Wisata Madu di Desa Kedawung, Bisa Icip Langsung dari Sarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya