alexametrics

Kedungmalang Move On Jadi Desa Penyumbang Migran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, dikenal sebagai desa penyumbang tenaga migran terbanyak di Kabupaten Batang. Kini, warganya mencoba move on untuk merantau ke luar negeri. Mereka membentuk komunitas eks migran, dan mengembangkan potensi berbahasa asing yang dimiliki.

Kepala Desa Kedungmalang, Mulyono menjelaskan, hampir separo warganya adalah mantan pekerja migran. Dari total 700 KK, sekitar 300 KK diantaranya pernah menjadi tenaga migran. Tenaga kerja migran yang aktif saat ini tersisa 25 orang.

Pihaknya menjelaskan, sejak pandemi, pengiriman tenaga migran menurun. Pihaknya berupaya agar para eks-migran tidak kembali bekerja sebagai tenaga migran karena punya resiko besar. Pembuatan kelompok eks migran pun dicetuskan agar mereka move on.

Baca juga:  Pohon Jati Berusia 67 Tahun Tumbang, Tutup Jalur Pantura

Mereka diajari membuat berbagai macam produk UMKM, hingga berhasil menciptakan Toko Bahasa. Potensi bahasa asing yang dimiliki warga dimanfaatkan untuk pemasaran produk. Toko tersebut bahkan memiliki kelas pembelajaran bahasa asing. Seperti bahasa Mandarin, Inggris, Arab, dan Melayu. Sasarannya adalah para pelajar sekolah warga setempat.

Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasi Wihaji pun mengapresiasi inovasi kelompok UMKM masyarakat Desa Kedungmalang tersebut. “Mereka melakukan pemasaran online dengan lima bahasa. Selain itu juga mereka sambil membedukasi anak-anak belajar bahasa,” ucapnya saat launching Toko Bahasa di Desa Kedungmalang, Selasa (14/12).

Menurutnya potensi bahasa warga eks migran sangat besar untuk memajukan Kabupaten Batang. Salah satunya bisa dikembangkan untuk menjadi kampung bahasa. “Ini potensi pemberdayaan perempuan. Saya sampaikan untuk bikin goal yang besar, contohnya jadi Kampung Bahasa,” ujarnya. (yan/zal)

Baca juga:  Dorong SMKN 1 Kandeman Produksi Mobil Listrik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya