alexametrics

Bupati Wihaji Jadi Tukang, Bedah Rumah Warga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Bupati Batang Wihaji bersama wakilnya Suyono, kembali jadi tukang bangunan, Selasa (14/12). Dalam sehari mereka merehab dua rumah di tempat berbeda. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong bersama para kepala OPD, perangkat desa, dan masyarakat.

Wihaji dan Suyono terlihat semangat mengecat bagian samping rumah pasangan tuna netra, Suroso, 53, dan Casria, 51, warga Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih. Tangannya luwes menggerakkan kuas di lapisan dinding. Mereka berdua acap kali bergantian menggunakan kuas roll dengan kuas biasa. Guna membandingkan kerapian dan kecepatan hasil pengecatannya.

Wong ndeso bro, saya orang kampung. Insyaallah bisa ngecat. Lihat saja tangannya,” ujar Bupati Batang Wihaji sembari bercanda di sela pekerjaannya menjadi tukang bangunan.

Baca juga:  Cegah Korona, Warga Krengseng Swadaya Semprot Disinfektan

Wihaji menjelaskan, program perbaikan rumah itu dalam rangka ulang tahun Korpri. Para kepala OPD iuran untuk memperbaiki dua rumah tidak layak huni (RTLH). Anggaran yang terkumpul mencapai Rp 80 juta. Selain rumah Suroso, rumah Turyati, 60, warga Selopajang Timur, Kecamatan Blado, juga mendapat perbaikan di hari yang sama.

“Ini urunan dari temen-temen ASN seikhlasnya. Karena mereka selama ini gajinya dari pajak-pajak rakyat. Sekarang gantian lah, bersyukur, mereka membangun sedikit-sedikit di luar program pemerintah daerah,” tuturnya.

Tidak hanya memperbaiki, pihaknya juga membelikan perabotan seperti meja, sofa, kursi, dan lain sebagainya. Hal itu agar rumah yang dibangun lebih layak huni. Kemudian untuk pasangan tuna netra, Wihaji berharap pengunjung rumahnya merasa nyaman. Karena mereka berprofesi sebagai tukang pijat.

Baca juga:  Jalan Desa Sidodadi Kini Mulus

Suroso, dan Casria tidak menyangka akan kedatangan Bupati Wihaji beserta jajarannya. Tidak sekadar datang, para pejabat itu, berjibaku memperbaiki rumahnya yang reyot.

“Kemarin-kemarin rumah saya banyak rayapnya. Terus sekarang diperbaiki, Alhamdulillah bersyukur,” ucapnya.

Suroso tinggal bertiga, bersama istri dan anak semata wayangnya yang bernama Muhammad Amirul Mukminin, 21. “Kemarin kayu-kayunya banyak yang lapuk. Sudah dimakan rayap. Terutama kamar mandinya itu,” tambah Muhammad.

Sementara untuk Turyati, 60, rumahnya benar-benar dibongkar dan dibangun ulang. Kondisinya sudah tidak bisa dihuni dan telah roboh di bagian belakang. Sementara ia tinggal bersama tiga orang cucu dan satu anaknya. Anaknya yang masih muda juga berstatus sebagai janda. (yan/zal)

Baca juga:  Sumber Listrik Melimpah, Minimalisir Keluhan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya