alexametrics

Warga Sekitar Kawah Gunung Sipandu Minta Kejelasan Status Lahan Relokasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Warga yang tinggal di dekat kawah Gunung Sipandu, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, ternyata merasa waswas. Saat cuaca dirasa tidak aman, mereka memilih untuk mengungsi. Tidak meninggali rumah yang hanya berjarak 10 meter dari kawah tersebut.

Mereka dikabarkan menolak adanya relokasi dari pemerintah. Ada 10 keluarga yang tinggal di area berbahaya tersebut. Kawah aktif itu masih menunjukkan perluasan areanya.

“Jumlah penduduk di sana sekitar 34 orang. Kalau hujan ya mereka tetap tidak berani di rumah. Mereka memilih untuk berlindung di saudara yang berada dilokasi yang lebih aman,” ujar Sekretaris Desa Pranten, Ela Nurlaila, 30.

Berkenaan dengan relokasi, Ela menyebut sempat ada miss-komunikasi antara Desa, BPBD, dan DPRKP. Awalnya warga antusias mendapat bantuan lewat rumah sistem panel instan atau Ruspin. Namun warga enggan di relokasi karena menginginkan kejelasan status tanah yang diberikan nantinya.

Baca juga:  Usulkan Direktur Pemasaran KIT dari Lokal

“Dulu 10 rumah itu memang menghendaki relokasi, tetapi makin kesini mereka berfikir untuk hak atas tanah yang nantinya dibuat relokasi,” jelasnya.

Sekarang, 10 keluarga itu tetap bertahan di bawah tebing kawah Sipandu. Sebab, 10 rumah itu sudah memiliki sertifikat hak milik. Sedangkan rencana tukar guling antara tanah kas desa dan tanah hak milik warga butuh proses yang lama.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi menjelaskan, jarak relokasi sekitar 100 meter dari lokasi semula. Pihaknya juga sudah mendapat anggaran pembangunan rumah dari pemerintah pusat. Nominalnya mencapai puluhan juta rupiah untuk tiap unit rumahnya.

Anggaran yang semula disiapkan dikembalikan ke pemerintah pusat. Sebab warga menolak adanya relokasi. Hingga uang yang telah disiapkan tidak bisa digunakan untuk membangun rumah relokasi. “Saya berharap para warga itu berubah pikiran. Sebab, perluasan kawah Gunung Sipandu masih berlangsung,” ucapnya. (yan/bas)

Baca juga:  Kirab Budaya Tahun Ini Bakal Kembali Meriah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya