alexametrics

Keroyok Pedagang, Delapan Suporter Persip Pekalongan Jadi Tersangka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Polres Batang menetapkan delapan suporter Persip Pekalongan jadi tersangka. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap pedagang kaki lima (PKL) usai pertandingan Persip melawan Persibat, 30 November 2021. Pengeroyokan terjadi di warung angkringan perbatasan antara Batang dan Kota Pekalongan.

Para pelaku memukuli, menendang, hingga melempar kursi pada dua orang penjaga angkringan. Korban dari peristiwa itu adalah M Miftahudin, 17, warga Desa Kalisalak dan Adela Prizela, 23, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang. Para pelaku merupakan komunitas suporter Brigata Batik City (BBC).

“Pada saat itu juga, ada petugas kepolisian yang sedang patroli dan menghalau. Namun jauh dari petugas polisi, sekira pukul 17.00 WIB diduga pelaku melakukan tindakan merusak dan memukul dua penjaga warung angkringan,” ujar Kapolres Batang AKBP Irwan Susanto.

Baca juga:  Obat Mercon Meledak saat Diracik, Satu Orang Tewas

Penetapan status tersangka, karena mereka terbukti melakukan penganiayaan. Polisi memiliki bukti kuat dari rekaman cctv dan juga rekaman video yang beredar di media sosial. Delapan tersangka tersebut berinisial IAA ,AN ,GR, AR, MA, MFZ, FAA, dan MZA. Kapolres menjelaskan, peristiwa itu bermula usai pertandingan yang dimenangkan oleh Persip.

Muncul isu di antara suporter BBC, ada pengibaran bendera Persip terbalik oleh suporter Persibat. Isu tersebut membuat para suporter geram. Mereka melakukan konvoi dengan sepeda motor menuju terminal Pekalongan dan memarkirkan kendaraannya.

Sekira 25 orang berjalan kaki melewati batas Kota Pekalongan-Batang. Mereka mencari suporter Persibat, namun tidak menemukannya. “Karena kesal, para pelaku melampiaskan kemarahannya kepada pedagang angkringan yang saat itu tengah merekam aksi mereka,” jelasnya.

Baca juga:  Penyederhanaan Jabatan Membuat Birokrasi Lebih Dinamis

Akibat insiden tersebut dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di RSUD Kalisari Batang. Atas penganiayaan yang dilakukan, para pelaku dijerat dengan pasal 170 Ayat 2 KUHP. Ancamannya adalah tujuh tahun penjara. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya