alexametrics

Anggaran Pembangunan Taman Syailendra Dipangkas 75 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Anggaran pembangunan Taman Syailendra pada 2022 dipastikan terpangkas. Pemkab rencananya menganggarkan Rp 1,17 miliar. Karena terkena refocusing, anggaran dipangkas hingga 75 persen.

“Dari rencana awal Rp 1,17 miliar, dipotong menjadi Rp 300 juta. Itupun hampir dipotong semuanya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Yarsono di kantornya.

Taman Syailendra sendiri merupakan sarana wisata edukasi yang bakal menjadi andalan untuk menarik kunjungan. Taman itu menyajikan replika-replika prasasti dan arca.

Merangkum seluruh jejak peradaban Syailendra di Kabupaten Batang. Lokasi Taman Syailendra berada di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal. Pembangunannya dilakukan dalam dua tahap, tahun ini dan tahun depan.

“Tahap pertama dengan anggaran Rp 1 miliar. Lalu tahun depan, tapi kemungkinan tertunda,” terangnya.

Baca juga:  Warga Jepang Masak Moci di Jambore Pramuka Batang

Yarsono mengatakan, pemotongan anggaran pembangunan berimbas pada target pengerjaan. Meski begitu, pihaknya tetap akan melanjutkan pembangunan Taman Syailendra secara bertahap pada tahun-tahun selanjutnya. Pembangunan tahap pertama, rencananya rampung pada 24 Desember 2021 mendatang.

“Wisata edukasi dan sejarah ini bisa menjadi daya tarik wisatawan luar daerah dan bisa menjadi ikon Kabupaten Batang dengan visi 4 Si (Sikembang, Silurah, Sigandu dan Sikuping) dari Bupati Batang Wihaji, apalagi merupakan fakta sejarah,” jelasnya.

Walaupun terkena refocusing penanganan covid, Kepala Desa Silurah Suroto tetap optimistis. Taman yang digagas pihak desa itu, bisa mengangkat ekonomi warga sekitar. Juga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Batang.

“Semoga adanya Taman Syailendra, ekonomi di Desa Silurah semakin meningkat dengan nantinya melibatkan masyarakat setempat,” ucapnya.

Baca juga:  Sepi Penumpang, Pengayuh Becak Hanya Berharap Bantuan

Bupati Batang Wihaji sendiri bakal memastikan, walaupun terkena refocusing Taman Syailendra tetap bisa beroperasi tahun 2022. Menurutnya refocusing dilakukan berdasarkan skala prioritas penganggaran. “InsyaAllah tahun 2022 Taman Syailendra bisa selesai. Tapi minimal sudah ada bentuknya. Masyarakat bisa menikmati bayangan tentang peradaban Syailendra,” tegasnya. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya