alexametrics

Pamerkan Puluhan Karya Seni Rupa di Perkampungan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Warga Kemiri Barat, Kecamatan Subah, kembali menggelar Lingkar Rupa Art Festival 2021. Acara tersebut merupakan agenda tahunan. Sudah tiga kali ini digelar. Pada 2020 acara memang sempat terhenti karena pandemi. Tahun ini baru bisa dihelat kembali.

“Pameran seni rupa kali ini memamerkan sekitar 35 karya seni dari Batang dan Semarang. Mayoritas lukisan media kanvas, ada beberapa dari etalase, batik, juga pertunjukan etnik dan teater,” ujar Bejo selaku penyelenggara dan pelaku seni di Kemiri Barat, Kamis (26/11).

Festival seni rupa itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Batang Suyono Kamis (26/11) malam. Pembukaan berlangsung meriah, dihadiri puluhan masyarakat dan pecinta seni dari berbagai daerah. Pentas musik dan teater disajikan di tengah pengunjung.

Bejo menjelaskan, pameran dilangsungkan secara terbatas. Hanya 50 orang yang diperbolehkan memasuki rumah pameran dalam satu waktu. Kali ini tema yang diangkat adalah budaya kan sesorah, artinya budaya yang berbicara.

“Saya harap masyarakat bisa lebih menghargai budaya. Kami juga lebih pengin meningkatkan kreativitas pemuda-pemuda di Kemiri Barat dan lainnya,” harapnya.

Berbagai karya seniman lokal dipajang di bekas rumah warga. Rumah pameran itu bernama BJO Art Gallery Desa Kemiri Barat. Pameran akan digelar selama tiga hari.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono sangat mengapresiasi jalannya pameran tersebut.

“Ini sangat baik, kita menghargai seni dan mempertahankan budaya. Di zaman yang modern ini harus tetap bertahan menjadi ekonomi kreatif, karena harus dikembangkan dan dipasarkan secara digital,” ucapnya.

Ia berharap, karya-karya yang dipamerkan diinovasikan kembali. Sehingga bisa benar-benar terlihat seperti tiga dimensi. Lebih profesional juga dalam pemasaran mengikuti perkembangan zaman. Suyono bahkan menginstruksikan pada Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Batang agar memberikan dukungan lebih. Berupa anggaran khusus, sebagai apresiasi penjaga seni dan budaya.

“Ini harus diteruskan agar benar-benar menjadi desa destinasi seni, budaya, dan wisata. Budaya lokal bisa dipertontonkan lebih menonjol. Sehingga bisa masuk kalender destinasi wisata,” pungkasnya. (yan/zal)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya