alexametrics

Begini Kronologi Tenggelamnya Santri Al-Munawwir Gringsing di Kali Kuto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Seorang santri bernama Muhammad Ilham Yanuar, 13, hanyut saat menyebrangi Kali Kuto, Minggu (14/11/2021) sore. Siswa kelas 8 SMP Ponpes Al-Munawwir Gringsing ini, menyeberang sungai bersama dua temannya, FA dan MLP. Ilham hanyut terseret arus sungai, sementara dua temannya berhasil berenang ke tepian.

Pimpinan Ponpes Al-Munawwir KH Solikhin Syihab menceritakan kronologis yang menimpa santri asal Dukuh Rowokiyong, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing tersebut. Ketiga santri itu, bermaksud pergi membeli baju di Weleri dengan berjalan kaki. Mereka melewati sungai selebar 50 meter dengan kedalaman satu meter. Ketiganya, berangkat pukul 16.30 WIB.

“Pada saat berangkat air masih dangkal, tapi saat kembali pukul 18.00 WIB, air sudah meninggi karena hujan. Ketiganya nekat menyeberang dan langsung terseret aliran air,” jelasnya.

Baca juga:  4.526 Penerima Manfaat PKH Terentaskan

FA dan MLP yang berhasil menepi kemudian minta tolong warga Desa Karanganom untuk mengantar pulang. Mereka tidak bercerita mengenai musibah yang menimpa temannya. Sesampainya di pondok pun mereka tidak bercerita. Salah seorang santri senior melihat kedua anak itu basah kuyup, kemudian menginterograsi. Akhirnya, FA dan MLP mau terus terang, menceritakan Ilham yang hanyut.

Pengakuan mereka sudah berselang tiga jam dari kejadian. Pihak Ponpes kemudian melapor ke Polsek Gringsing dan Polsek Weleri. Kemudian menghubungi Basarnas dan BPBD.

“Mereka pergi tanpa izin karena peraturan ponpes tidak memperbolehkan santri keluar lingkungan. Saat pulang pun FA dan MLP masuk dengan memanjat tembok. Mungkin mereka tidak bercerita karena takut. Untuk sementara FA dan MLP belum bisa dimintai keterangan karena menanggung beban psikologis,” imbuhnya.

Baca juga:  Tahap Pertama Rampung, Bupati Wihaji Resmikan Islamic Center

Malam harinya, upaya pencarian dilakukan oleh warga dengan peralatan seadanya. Keesokan harinya, tim Basarnas dan BPBD gabungan Kendal dan Batang. Pencarian juga dibantu personel dari Banser dan ormas Pemuda Pancasila.

Tim menyusuri sungai dari TKP hingga muara menggunakan perahu karet. Namun, hingga Senin (15/11/2021) sore, pencarian belum membuahkan hasil. Upaya pencarian kurang maksimal karena terkendala hujan lebat, arus deras dan air yang semakin meninggi.

Korlap BPBD Kendal M Saiful menjelaskan, upaya pencarian akan dilaksanakan sesuai SOP. Selama tujuh hari pencarian akan dilakukan, jika korban belum ditemukan akan dilanjutkan pemantauan. (yan/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya