alexametrics

Pusat UMKM di KITB Direlokasi ke Zona 3

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pusat UMKM Pemkab Batang di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) direlokasi. Semula lokasinya berdampingan dengan Marketing Gallery zona 1. Kini lokasinya berada di zona 3.

Lahan seluas 24,9 hektare itu, diharapkan bisa mendukung ekosistem kawasan setempat. Tentunya melalui produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM. Lokasi itu dinamakan Pusat Kegiatan Kabupaten (PKK). Pemindahan lokasi dilakukan karena kebutuhan luasan lahan lebih besar. Aksesnya pun lebih mudah dan strategis.

“Lokasi PKK sekarang ini lebih strategis, dan ini menjadi solusi. Bukan karena dipindah tapi mencarikan jalan keluarnya yang sama-sama lebih menguntungkan,” kata Bupati Batang Wihaji saat meninjau lokasi PKK di KITB, Gringsing, Senin (8/11/2021).

Baca juga:  Cari Rumput, Warga Temukan Tulang Manusia di Tengah Hutan Silurah

Wihaji meyakini lokasi tersebut tidak akan dipindah lagi. Ia dengan konsorsium PT KITB telah menandatangani berita acara penetapan lokasi PKK. “Lokasi ini tidak menjadi masalah bagi saya, karena sama-sama di jalan lintas, akses tol dan non-tol menuju pantura,” ujarnya.

Ia pun akan menghitung kemampuan lokasi PKK dalam menampung UMKM. Rencananya pembangunan akan dimulai 2023. Pihaknya mulai membuka pendaftaran dan menghitung UMKM yang siap menjadi supply chain.” Kami lagi minta data tenant yang di sekitar lokasi PKK, sehingga bisa ikut menyuplai bahan bakunya. Karena semangat kita menghidupi UMKM,” ujarnya.

Direktur Utama PT KITB Galih Saksono mengatakan, lokasi PKK sangat stategis. Karena berdekatan dengan berbagai macam jenis tenant. Mulai dari industri tinta, aluminium, keramik, dan industri pipa. “Jadi lokasi ini dikelilingi tenant berbagi jenis industri. Sehingga sangat strategis untuk menghidupkan UMKM di Batang,” jelasnya

Baca juga:  Festival Makanan Rekatkan UMKM

Sementara itu, Direktur PT PN IX Tio Handoko menjelaskan, Lokasi PKK harus in line terhadap supply chain tenant besar. Dan harus berkelanjutan. Tidak hanya sekadar berpartisipasi, tidak tumbuh, dan tidak ada manfaat bagi KITB. “Ini cerita sustainability keberlanjutan. Terjadi ketika kita berada di ekosistem bisnis,” ungkapnya.

Tio menambahkan, negara masih menguji PT KITB. Apakah luasan 450 hektare di tahap pertama ini akan sukses.  Ia berharap tenant yang hadir di KITB juga harus menumbuhkan kreativitas untuk orang lokal Batang. (yan/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya