alexametrics

DPUPR Bantah Jembatan Watubangkong Terlalu Rendah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Jembatan Watubangkong yang baru rampung Jumat (29/10/2021) lalu, disoal. Rangka yang melintang dianggap terlalu rendah, hingga tidak bisa dilewati bus besar. Hal itu dibantah Kepala Bidang Jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sudah disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2021. Juga Pertarungan Mentari PUPR Nomor 5 Tahun 2018. Yaitu mengatur ukuran tinggi maksimal untuk jalan kelas 3 atau jalan kabupaten adalah 3,5 meter.

Endro menegaskan jembatan yang menjadi akses utama wisata Pagilaran itu lebih tinggi. Tingginya mencapai empat meter. Hal itu berdasarkan perkiraan tinggi bus pariwisata yang berkisar 3,8 meter. “Sudah kita perhitungkan, bus itu yang besar 3,8 meter. Artinya masih ada sisa 20 cm,” terangnya.

Baca juga:  Disdikbud Kabupaten Batang Imbau Pendaftar PPPK Guru Pantengi Website

Ia juga menjelaskan bahwa jembatan tersebut juga bisa dilalui truk besar. Dengan syarat, muatan tidak melebihi kapasitas. Jembatan tersebut dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar.

Pembangunan Jembatan Watubangkong sendiri menekankan aspek keselamatan lalu lintas. Karena tinggi kendaraan juga akan berpengaruh pada bobot kendaraan yang melintas. Sedangkan bobot maksimal untuk jalan kelas 3 adalah 12 ton. “Tujuannya untuk keselamatan lalu lintas. Kalau tidak terlalu tinggi otomatis bebannya tidak terlalu berat,” tandasnya.

Ia berharap, pelebaran jembatan itu bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Agrowisata Pagilaran. Semula lebar Jembatan hanya 3,5 meter dan kini menjadi 6 meter. Ke depan, masih ada PR untuk memperbaiki satu jembatan lain. Lokasinya di sisi timur Jembatan Watubangkong. Rencananya akan dianggarkan pada tahun 2023. (yan/zal)

Baca juga:  Warga Celong Desak KAI Keluarkan Izin Terowongan Air

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya