alexametrics

Pemkab Batang Kebut Vaksinasi di Tujuh Kecamatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Pemkab Batang kebut vaksinasi di tujuh kecamatan. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak persentase vaksinasi di kecamatan yang masih dianggap rendah. Aplikasi Peduli Lindungi juga mulai dipakai di kantor-kantor pemerintah.

“Tujuh kecamatan kami prioritaskan, paling rendah Kecamatan Kandeman baru 12 persen dari warganya,” ujar Bupati Batang Wihaji usai rakor evaluasi penanganan covid di kantornya Selasa (19/10/2021).

Kecamatan lain yang masih rendah adalah Warungasem sebesar 16 persen, Subah 16 persen, Bawang 17 persen, Tersono 18 persen, Bandar 19 persen, dan Wonotunggal 20 persen. Percepatan dilakukan dengan mendekatkan gerai vaksin ke masyarakat.

Tim vaksinator akan keliling ke perkampungan. Mereka terjun langsung di lapangan, titik-titik vaksinasi telah ditentukan. Tentu di tempat yang dekat dengan masyarakat di kelurahan atau desa. Targetnya untuk masyarakat umum, tidak hanya lansia.

Baca juga:  Destinasi Wisata 4Si Tetap jadi Andalan

“Kita kejar terus, ketersediaan vaksin masih ada 31 ribu dosis. Kalau habis kita minta,” tegasnya. Targetnya akhir Oktober ini sudah sampai 50 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Didiet Wisnuhardanto menjelaskan bahwa mayoritas vaksin yang tersedia adalah jenis astra zeneca. Total masyarakat yang sudah divaksin mencapai 33 persen, atau lebih dari 200 ribu orang. Jumlah keseluruhan masyarakat yang disasar mencapai 622 ribu orang.

Sementara itu, mulai pekan ini, lingkungan Pemda Batang berlakukan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. Pemasangan kode QR di pintu masuk tiap gedung OPD dilakukan secara bertahap. Minggu ini pemasangan ditarget rampung di seluruh kantor OPD.

Kepala Diskominfo Kabupaten Batang Triossy Juniarto menjelaskan saat ini pihaknya telah menyediakan kode QR Peduli Lindungi di kantor lingkungan Setda Batang.

Baca juga:  MUI Antisipasi Dampak Negatif Hadirnya KITB

“Sesuai dengan instruksi Bupati, seluruh perkantoran OPD di Kabupaten Batang akan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Untuk yang di lingkungan kantor Setda Batang sudah kami terapkan, tapi untuk yang di luar kantor Setda saat ini belum 100 persen sambil terus proses penyediaan kode QR,” terangnya pada Jawa Pos Radar Semarang Selasa (19/10/2021).

Penerapan aturan itu dilakukan sejak Senin (17/10/2021). Pihaknya memfasilitasi pembuatan kode QR yang ditempel di pintu masuk tiap gedung. Siapapun yang akan memasuki kantor OPD diharuskan menscan kode QR yang tersedia melalui Peduli Lindungi. Satu gedung dibatasi pengunjungnya hingga 300 orang. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya