alexametrics

Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Sakretaris Perusahaan Pengolahan Ikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Polres Batang dudukung Polda Jateng berhasil mengungkap kasus tewasnya sekretaris cantik di gudang pengolahan ikan.

Pelaku, Salis Syaiful Umar, 24, sakit hati diputus sepihak oleh korban. Salis gelap mata hingga nekat cekik leher korban dengan handuk.

“Secara motif dapat dapat kita simpulkan sekarang ini bahwa ini adalah balas dendam, karena pelaku dan korban bertunangan namun diputuskan secara sepihak,” ujar Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dalam jumpa pers, Jumat (3/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa setelah hampir tiga bulan penyelidikan. Telah ditemukan titik terang sehingga bisa mengungkap siapa pelaku dari pembunuhan tersebut. Sebelumnya pra rekonstruksi dilakukan dengan 21 adegan.

Baca juga:  Peduli Lindungi Segera Dipasang di Objek Wisata

Baca Juga: Dua Bulan, Tewasnya Sekretaris Perusahaan Pengolahan Ikan masih Buram

Hasil pra rekonstruksi mengungkapkan bahwa korban dibunuh di kamar mandi kantornya tersebut. Salis membuntutinya kemudian mencekik leher korban dengan handuk sehingga korban meninggal. Salis datang ke kantor korban, mereka sempat berbincang.

Tidak ada pertengkaran saat kejadian. Usai membunuh, Salis keluar meninggalkan TKP melalui jendela depan. Jendela itu terkunci sendiri saat ia keluar. Sementara pintu utama terkunci dari dalam.

“Kemudian dua hari setelah pembunuhan barulah ada tanda-tanda. Warga setempat mencium bau tidak sedap, sehingga ditemukanlah korban setelah dobrak pintu kantor,” terangnya.

Lia ditemukan di kamar mandi kantor gudang pengolahan ikan, Dukuh Pasirsari, Kelurahan Karangasem Utara, Minggu (13/6/2021). Warga Karangasem Utara itu dikabarkan tak pulang ke rumah sejak Kamis (10/6/2021). Ia ditemukan dalam posisi tertelungkup sekitar pukul 12.30 siang.

Baca juga:  Penculik Bersenjata Beraksi di Batang, Aniaya Korban dan Minta Tebusan Rp 200 Juta

“Pelaku dijerat pasal 338 dan 351 KUHAP dengan ancaman hukuman 15 sampai 20 tahun penjara. Sementara masih pendalaman, tapi dapat kita simpulkan bahwa pembunuhan itu secara spontanitas,” tegasnya.

Sementara itu, Salis warga Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang itu mengaku dendam terhadap Lia. Cincin tunangannya yang sudah satu tahun dikembalikan secara sepihak. Ia pun hanya bisa tertunduk lesu selama jumpa pers.

“Saya balas dendam, tunangan dikembalikan diputus secara sepihak. Saya cekik pakai tangan dan handuk,” ucapnya. (yan/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya