alexametrics


Pedagang Keliling Keluhkan Larangan Berjualan di Area Sekolah

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Batang – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang Nur Faizin menerima banyak masukan dan keluhan pedagang keliling yang tergabung dalam komunitas Alap-Alap. Salah satunya larangan berjualan di area sekolah.

Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada wakil rakyat dari Fraksi PPP itu, di sela halal bi halal kemarin (1/6/2021).

Ia menjelaskan, pedagang keliling dari awal pandemi sudah terdampak secara ekonomi. Seluruh sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh. Sehingga para pedagang keliling kesulitan mencari nafkah. Mereka kehilangan pangsa pasar.

“Saya mengapresiasi para pedagang keliling yang notabene paling terkena dampak pandemi. Apalagi dengan adanya sekolah online bagi putra putrinya, mereka tetap punya etos kerja yang tinggi dalam memberi nafkah untuk keluarga,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (1/6/2021)

Adanya aturan pembelajaran tatap muka (PTM) belum membawa angin segar. Ada larangan berjualan di area sekolah. Padahal PTM sudah berjalan sejak 9 Maret 2021. Menurutnya, nasib pedagang keliling perlu perhatian khusus dari Pemkab Batang.

“Ada beberapa sekolah yang pasang tulisan pelarangan berjualan untuk pedagang keliling. Itu harus ada perhatian dari Pemkab Batang terkait nasib pedagang keliling. Mereka harus berjuang mencari lahan baru untuk berjualan,” terang Ketua DPC PPP Kabupaten Batang tersebut.

Perlu solusi agar pedagang keliling dan pembeli bisa aman berinteraksi. Tidak memicu munculnya klaster dan penyebaran Covid. Butuh kajian oleh dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kesehatan.

“Terkait pelarangan berjualan di area sekolah, mereka butuh solusi. Pedagang keliling kebingungan mau jualan ke mana lagi. Mereka mengusulkan adanya area bermasker yang aman bagi para pedagang dan siswa,” ujarnya.

Seluruh kecamatan di Kabupaten Batang sendiri sudah memberlakukan PTM. Begitu pula dengan Kecamatan Batang, yang notabene dianggap rawan penyebaran Covid. Kecamatan tersebut saat ini sudah masuk zona oranye Covid. Sehingga Pemkab Batang menyetujui adanya PTM di wilayah tersebut.

Terkait dengan aspirasi dan angkluhan para pedagang keliling, Faizin akan menampung serta menyerapnya. Kemudian akan disampaikan ke instansi terkait untuk mendapatkan tanggapan. Serta penyelesaian masalah yang tepat. (yan/wan/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer