alexametrics

Terinfeksi Toksoplasma, Bayi Terkena Hidrosefalus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Berawal dari kegemarannya memelihara kucing, anak satu keluarga di Desa Sariglagah, Kecamatan Warungasem terinfeksi parasit toksoplasma. Anak pasangan Muhammad, 31, dan Lisiani, 31, itu menderita hidrosefalus. Bayi berusia 11 bulan ini bernama Zaka Ardiansyah.

Zaka didiagnosa hidrosefalus sejak 8 bulan usia kandungan. Persalinannya pun dipercepat dengan bedah sesar. “Ketika di-USG di usia 8 bulan dalam kandungan sudah diketahui terkena sakit hidrosefalus, dokter pun menyarankan untuk segera dilakukan persalinan dan dioperasi untuk dipasang selang untuk mengurangi pembesaran cairan di dalam kepalanya,” kata Lisiani.

Zaka harus menjalani dua kali operasi di kepalanya. Selang sudah terpasang untuk mengeluarkan cairan, sehingga bisa mengurangi pembesaran kepala. Namun, setelah dua kali dioperasi oleh dokter bedah syaraf di Rumah Sakit Budi Rahayu Pekalongan, cairan di kepalanya belum juga mengecil. Diameter lingkar kepalanya kini sudah mencapai 15 sentimeter.

Baca juga:  Rem Blong, Truk Terguling Tutup Jalan Lingkar Alas Roban

“Operasi pertama bisa mengecil, tapi berjalannya waktu, kepalanya masih tetap membesar, lalu dilakukan operasi lagi tapi hasilnya masih tetap sama,” jelasnya.

Listiani hanya mengandalkan uang dari suami yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia pun merasa kesulitan dalam keuangan untuk pengobatan anaknya tersebut. Seminggu sekali ia harus mengeluarkan uang Rp 200 ribu untuk kontrol anak ke rumah sakit. Sementara dua anaknya yang lain juga membutuhkan biaya untuk pendidikan.

Bupati Batang Wihaji didampingi kepala Dinas kesehatan dr Didiet Rabu (26/5) berkunjung untuk menawarkan bantuan. Dalam kunjungan tilik warga tersebut, ia menyerahkan bantuan paket sembako dan uang operasional kontrol ke rumah sakit sebesar Rp 3 juta.

Baca juga:  Akses Curug Genting Telan Rp 1,2 M

“Kasus penderita hidrosepalus di Batang cukup banyak yang disebabkan oleh toksoplasma. Maka saya mintan perhatian ibu hamil untuk hati-hati dan lakukan pencegahan,” ujar Wihaji.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan untuk intens melakukan sosialisasi. Terkait pencegahan penyakit bayi dengan kondisi hidrosepalus.

“Pencegahan kita sosialisasikan karena rata-rata kasusnya terkena toksoplasma. Kalau gizi ibu hamil saya rasa sudah cukup baik, maka harus hati-hati karena itu generaai masa depan,” jelasnya. (yan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya