alexametrics

Tiga Eskavator Menari Diiringi Musik K-Pop

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Perusahaan KCC Glass lakukan ground breaking pembangunan pabriknya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Kamis (20/5/2021). Perusahaan asal Korea Selatan itu merupakan yang pertama melakukan peletakan batu pertama di KIT Batang. Prosesinya berjalan menarik, tiga buah eskavator tiba-tiba menari diiringi musik K-Pop.

Eskavator berputar-putar dan menggerakkan lengannya ke atas, ke bawah. Gerakannya serasi dengan musik K-Pop yang diputar. Suasana semakin meriah, orang-orang berpakaian pekerja proyek ikut nge-dance K-Pop.

“Ini adalah hari bersejarah yang bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kita melakukan ground breaking pertama terhadap investasi yang berasal dari Korea Selatan, KCC Glass untuk membangun industri produk kaca yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia H.E. Park Taesung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Batang Wihaji.

Baca juga:  Investasi Masuk di Kabupaten Batang Baru Rp 5,5 T

Lahan yang ditempati KCC Glass luasnya 47 hektare di Zona II KIT Batang. Sementara nilai investasinya mencapai Rp 5 triliun, dengan pengerjaan dua tahap. Tahap pertama dilakukan di lahan seluas 28 hektare. Pembangunannya ditarget rampung dalam 2 tahun.

Perusahaan kaca tersebut akan mengekspor sekitar 85 persen produknya. Sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. “Ini pasti akan mendatangkan devisa, perusahaan ini juga membutuhkan 1200 tenaga kerja. Sudah saya sampaikan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk segera membuka lapangan pekerjaan,” timpal Bahlil.

Pihaknya juga telah meminta KCC Glass agar perusahaan pendukung juga ditempatkan di Jateng. Tidak mengambil produk pendukung dari luar negeri. Sehingga investasi yang ada akan berdampak langsung pada sektor ekonomi di daerah tersebut.

Baca juga:  Dorong Usaha Rokok Tingwe Jadi Legal

CEO KCC Glass Corporation Nae-Hoan Kim menjelaskan, Indonesia dipilih karena posisinya strategis. Indonesia menghubungkan antara dunia belahan selatan dan bumi bagian utara. “Dalam tiga tahun kemudian, anda akan melihat kaca kualitas dunia. Kami memproduksi 438 ribu ton per tahun,” ucapnya.

Ground breaking pertama tersebut dianggap sebagai simbol undangan untuk investor lain. Agar bisa menyusul KCC Glass yang telah membuktikan keramahan investasi dan pengurusan izin di KIT Batang. “Di sini juga ada peran besar PTPN IX yang tidak banyak disebut. Maka kami mengapresiasi kepada PTPN IX BUMN yang mengikhlaskan lahannya dipakai. Dan saya kira negara dan pemerintahan bekerja cukup cepat,” kata Ganjar. (yan/ton)

Baca juga:  Islamic Center Dianggarkan Rp 43,5 Miliar

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya