alexametrics

Walau Pemudik Sepi, Penyekatan di Pantura Tetap Jalan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Titik strategis kedatangan pemudik di wilayah pantura terlihat lengang, sepi dari kendaraan pemudik. Namun tim gabungan dari Polisi, Satpol PP, Dinkes dan ormas tetap melakukan penyekatan, terutama di pintu masuk dan rest area.

Seperti di jalur Pantura Batang Timur perbatasan dengan Kabupaten Kendal. Kendaraan roda empat luar Jawa Tengah tidak ada yang melintas dan hanya pemakai jalan lokal yang terlihat sesekali lewat. Kebanyakan justru sepeda motor jarak dekat yang dari warga setempat yang lalu lalang. Itupun tidak padat.

Kapolsek Gringsing Iptu Andi Fajar menyatakan suasana Idul Fitri tahun ini sangat berbeda. Konsentrasi pengamanan jalan raya bisa dikatakan sangat ringan. Tapi penyekatan bagi pemudik yang melintas tetap dilakukan di rest area.

Baca juga:  Urus Administrasi, Tak Perlu Bawa Foto Copy

“Kami lebih fokus pada keamanan di masyarakat dan menjaga agar suasana tetap kondusif selama Lebaran,” ujarnya Jumat (14/5).

Efek sepinya lalu lintas berimbas pada pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan sekitar Alas Roban. Jika pada tahun-tahun sebelumnya arus kendaraan roda empat maupun roda dua memadati jalan dan melariskan dagangan, sekarang tidak tampak sama sekali. Mereka memilih tidak berjualan daripada rugi waktu dan tenaga karena tidak ada yang mampir.

Sarwan, warga desa Surodadi, mengatakan sudah dua kali Lebaran tidak membuka lapak karena tidak ada membeli. Sebelum pandemi Covid-19, Sarwan sanggup meraup omzet Rp 1 juta dalam sehari berjualan kopi, mi instan dan kelapa muda. Tapi pada H-2 kemarin hanya menjual 3 gelas kopi sehari semalam. “Sepi mas, mending tidak jualan,” ujarnya.

Baca juga:  Polisi Berhasil Identifikasi Perampok Indomaret Subah

Suasana jalan Tol juga lengang. Pantauan di rest area 379 Plelen relatif sepi. Hanya ada satu dua mobil yang berhenti sehingga banyak kios tutup. Dhewa Pramadistia yang bekerja di toko oleh-oleh mengatakan omzet penjualan turun drastis dan tidak menutup biaya operasional sehingga pihak manajemen menutup toko itu sampai penyekatan selesai.

“Tahun lalu kami kewalahan melayani pembeli tapi sekarang lebih banyak menganggur dan terpaksa toko tutup”, kata Dhewa.

Hal yang sama juga terjadi di Terminal Bus Kota Pekalongan. Koordinator Terminal Tipe A Pekalongan, Budianto mengatakan adanya larangan mudik periode 6-17 Mei membuat tempatnya sepi penumpang, baik yang datang maupun berangkat.

“Walaupun sepi, kami tetap menyiagakan pemudik untuk memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat,” jelasnya.

Baca juga:  Setahun Mangkrak, Proyek Trotoar Jalan Dr Wahidin Dilanjutkan Lagi

Selain itu, setiap bus AKAP yang masuk ke terminal akan diidentifikasi. Mulai dari kesiapan armada sudah terbarcode atau belum. Kemudian, dari sisi penumpang apakah memenuhi syarat perjalanan atau tidak yang disertai surat perjalanan dinas atau surat keterangan dari desa.

“Kami akan memeriksa dengan teliti bus maupun penumpang yang masuk maupun akan naik,” jelasnya. (han/ton/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya