alexametrics

Empat Bulan 147 Kasus Cikungunya

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Batang – Kabupaten Batang mengalami anomali penderita penyakit akibat gigitan nyamuk. Sebelumnya, angka penderita demam berdarah (DBD) selalu tinggi. Tahun ini turun drastis. Berbanding terbalik dengan penderita cikungunya yang meningkat. Empat bulan terakhir mencapai 147 kasus.

“Penderita DBD berdasarkan laporan rumah sakit baru enam kasus dari Januari hingga April 2021. Positifnya cuma tiga, sementara sisanya hanya diagnosis,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Batang Yuli Suryandaru Senin (3/5/2021).

Penderita DBD tahun ini di periode Januari hingga April tidak sampai parah, hingga menimbulkan korban jiwa. Sementara pada periode yang sama tahun lalu ada 208 penderita DBD. Empat orang meninggal.

Anomali terjadi berbarengan dengan meningkatnya kasus cikungunya. Sejak bulan Januari hingga April 2021 ada 147 kasus. Tersebar di Kecamatan Warungasem, Batang, Kandeman, Tulis, dan Limpung. “Ini termasuk peningkatan kasus, tahun kemarin sangat jarang. Tidak sampai 10 kasus,” ujarnya.

Meningkatnya kasus cikungunya terjadi pada puncak musim hujan Januari hingga pasca musim hujan bulan Maret. Menurutnya, cikungunya membuat penderitanya hanya bisa berbaring lemas. Mereka akan mengalami demam dan mual, ditambah persendian kaku serta nyeri.

“Penyakit ini cepat menyebar dari manusia ke manusia, malalui perantara nyamuk. Gejalanya tidak sampai mematikan, cuma penderitaannya sangat luar biasa,” tandasnya. (yan/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer