alexametrics

Grand Batang City Bisa Serap 140 Ribu Pekerja

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Batang – Hadirnya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City bisa serap 140 ribu pekerja. Hal itu senada dengan tujuan pembangunan KIT Batang, untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Khususnya bagi masyarakat setempat.

“Pemanfaatan tenaga kerja lokal akan dimulai untuk mengerjakan pekerjaan infrastruktur ringan yang tidak memerlukan alat berat, melainkan tenaga manusia. Sesuai perkiraan, dalam lima tahun ke depan KIT Batang akan menyerap 140 ribu pekerja,” kata Bupati Batang Wihaji.

Sesuai target, pembangunan infrastruktur penunjang KIT Batang bakal rampung tahun ini. Seperti pengerjaan jalan yang ditarget selesai Juni 2021. Santer informasi bahwa KIT Batang terkena refocusing anggaran tahun ini. Namun, dari pihak manajemen KIT Batang menjelaskan, pembangunan KIT Batang tetap berlanjut.

Berdasarkan rapat terakhir, ada 12 proyek strategis nasional (PSN) yang tetap dilanjut sesuai jadwal. KIT Batang termasuk di dalamnya. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Tahapan pembangunan yang harus ditempuh adalah dimulai dari pembangunan jalan, sarana air minum, dan rumah susun untuk pekerja.

KIT Batang sendiri digadang untuk memacu geliat ekonomi nasional. Wihaji pun optimistis perekonomian akan terus tumbuh di tengah pandemi. Pasalnya, KIT Batang mampu menyedot investor dari beberapa negara.

KIT Batang diumpamakan sebagai bunga. Keberadaannya akan mengundang investor layaknya lebah mendatangi bunga. Beberapa perusahaan bahkan sudah dipastikan mulai membangun pabriknya tahun 2021.

“Filosofi flower, bee and honey, atau adanya bunga akan menarik lebah, dan menghasilkan madu. Kalau sudah seperti itu, akan menghasilkan madu atau tumbuhnya perekonomian. Serta lapangan pekerjaan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Batang Maulana Yusup mendorong agar Pemkab Batang mempersiapkan SDM yang ada semaksimal mungkin untuk menyambut keberadaan Grand Batang City. Imbas dari pembangunan itu tentu ada plus minusnya. Sisi positifnya bisa mendongkrak PAD, dan menyejahterakan masyarakat sekitar. “Tugas Pemda saat ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang ada. Supaya tidak menjadi penonton. Tidak hanya yang unskilled, tenaga kerja yang punya skill juga harus disiapkan,” timpal Yusup.

Hal tersebut mengingat Kabupaten Batang sebagai tuan rumah, harus mempunyai andil. Tidak menjadi penonton, serta masyarakat Kabupaten Batang bisa menikmati hasil dalam proyek nasional tersebut. (yan/ton)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...