alexametrics

Tombak Abirawa Dikirab Kelilingi Pendopo

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Jelang peringatan Hari Jadi ke-55 Kabupaten Batang, pusaka tombak Abirawa dikirab keliling pendopo Senin (5/4/2021) siang. Pusaka-pusaka milik para pendiri Kabupaten Batang itu diarak bersama gunungan hasil bumi. Prosesinya berjalan sakral dengan penerapan protokol kesehatan.

Prosesi kirab dipimpin Bupati Batang Wihaji. Ikut hadir Wakil Bupati Suyono, Ketua DPRD Maulana Yusup, Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Senka, serta Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Arh Yan Eka Putra. Beberapa kepala OPD juga khusyuk mengikuti jalannya kirab.

Harum dupa dan wewangian tercium sepanjang acara. Bunga melati ditaburkan sepanjang jalannya kirab. Usai kirab berakhir, peserta berebut gunungan buah dan sayur hasil bumi. “Walupun pandemi Covid-19, tapi Ini tradisi dan budaya warisan leluhur yang harus diuri-uri. Saya mohon maaf, masyarakat tidak bisa menyaksikan langsung, hanya bisa melihat secara langsung virtual di Youtube,” kata Wihaji usai jalannya kirab.

Baca juga:  Bupati Wihaji Minta Pengurus Cabor Cari Orang Tua Asuh

Pusaka-pusaka itu diarak satu kali berkeliling Pendopo Kabupaten. Pusaka yang diarak di antaranya tombak Abirawa, payung Tunggul Pengayom, dan 17 tombak pendamping. Kirab kali ini dilakukan secara sederhana, tanpa mengundang masyarakat. Biasanya kirab dilakukan dengan berkeliling Kota Batang.

Wihaji berharap, dalam ulang tahun Batang kali ini bisa lebih baik dalam menjalankan amanah rakyat. “Masyarakat jangan takut Covid-19, tapi jangan sepelekan. Saya Insyaallah ikhtiar menjalankan amanah rakyat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Achmad Taufiq menjelaskan, pusaka tombak Abirawa merupakan senjata yang digunakan pejuang pada saat merebut kemerdekaan. Sehingga punya sejarah panjang bagi Kabupaten Batang. “Yang dikirabkaan pusaka yang harus diuri-uri dan dilestarikan sebagai simbol kehormatan bagi masyarakat Batang,” jelasnya.

Baca juga:  Sepakat RS Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih

Dahulu, tombak Abirawa dirawat oleh keluarga ahli waris. Namun, pada 2020 dihibahkan kepada Pemkab Batang. Kini tombak tersebut dipajang di gedung pusaka dalam Pendopo Kabupaten Batang. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya